Kaum Tsamud dikenal sebagai arsitek dan entrepreneur yang hebat.
SAJADA.ID–Dalam Alquran banyak sekali dijelaskan tentang kehancuran bangsa-bangsa (kaum) terdahulu, yaitu kaum yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. Diantaranya bangsa ‘Ad (umat Nabi Hud AS), kaum Tsamud (umat Nabi Saleh AS), bangsa Madyan (umat Nabi Syuaib AS), kaum Nabi Luth AS, Nabi Ibrahim AS serta kaum Nabi Nuh AS.
Seperti umat lainnya, umat Nabi Saleh AS yaitu kaum Tsamud, juga dihancurkan karena mereka tidak mau beriman kepada Allah dan tidak mengakui Saleh sebagai seorang Nabi. Mereka dihancurkan oleh Allah dengan azab yang sangat mengerikan, yakni berupa petir yang menggelegar sehingga meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.
“Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.” (QS Hud [11]:67-68).
Sebelumnya, kaum Tsamud ini diperintahkan untuk menyembah Allah dan mengikuti ajakan Nabi Saleh. Namun mereka enggan melakukannya. Bahkan, ajakan Nabi Saleh itu justru dianggap oleh mereka sebagai penghinaan terhadap kaum Tsamud. Dan si saat mereka mau mengikuti dakwah Nabi Saleh, mereka ingin bukti bahwa Nabi Saleh adalah seorag utusan Allah dengan sebuah mukjizat agar mereka bisa mempercayai Nabi Saleh.
Dan ketika ditanya apakah bila mukjizat itu diberikan mereka mau beriman? Mereka mengatakan akan mengikutinya. Maka Nabi Saleh memohon kepada Allah agar menunjukkan kuasa-Nya. Allah memberikan mukjizat berupa seekor unta betina yang keluar dari sebuah batu besar. Awalnya, mereka mempercayainya. Namun kemudian mereka ingkar dan malah membunuh unta betina tersebut. Kemudian Nabi Saleh AS memperingatkan umatnya.
Cerita ini terdapat dalam surah Hud [11]: 61-68, Ibrahim [14]: 9, Al-A’raf [7]: 75-77, An-Naml [27]:47-50, Al-Qamar [54]:23-26, dan Asy-Syu’araa [26]:141-158.
Karena sikap mereka yang sombong dan angkuh itu, maka mereka pun harus menerima akibatnya dan dihancurkan oleh Allah SWT sebagaimana telah dilakukan pada kaum ‘Ad, umatnya Nabi Hud AS.
Baca Juga: Madain Saleh, Kota Kaum Tsamud yang Menjadi Warisan Dunia

Bukti Arkeologis
Berdasarkan hasil studi arkeologi dan sejarah terkini mengenai kehidupan dan peninggalan bangsa Tsamud ini, para peneliti arkeologi berhasil menemukan dan mengungkapkan keberadaan kaum Tsamud ini diantara Yaman Selatan dan Utara Madinah yang disebut dengan nama Madain Saleh.
Alquran menyebutkan, kaum Tsamud membuat rumah atau bangunan sesuai dengan gaya hidup mereka. Kaum Tsamud dan peninggalannya, seperti disebutkan dalam Alquran, merupakan fakta sejarah yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.
Menurut penjelasan Alquran, kaum Tsamud merupakan anak cucu dari kaum ‘Ad. Hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan arkeologis tentang keberadaan dan kehidupan mereka. Dijelaskan, kaum Tsamud dulunya hidup di utara Semenanjung Arab yang berasal dari Selatan Arabia, tempat kaum ‘Ad pernah hidup.
Sumber-sumber sejarah mengungkapkan, sekelompok orang yang disebut dengan Tsamud benar-benar pernah ada. Masyarakat al-Hijr (batu) sebagaimana disebutkan dalam Alquran adalah sama dengan kaum Tsamud. Nama lain dari Tsamud adalah Ashab al-Hijr.
Dalam Ensiklopedia Islam, kata ‘Tsamud’ adalah nama dari suatu kaum, sedangkan kata al-Hijr adalah salah satu diantara beberapa kota yang dibangun oleh orang tersebut.
Seperti umat Nabi Hud yaitu kaum ‘Ad, ahli geografi Yunani yang bernama Pliny menggambarkan, bahwa Domatha dan Hegra adalah lokasi tempat tinggal kaum Tsamud. Tempat tersebut hingga kini dikenal dengan nama kota Al-Hijr.
Sumber tertua yang berkaitan dengan kaum Tsamud adalah hikayat kemenangan Raja Babilonia, Sargon II (abad 8 SM) yang mengalahkan kaum Tsamud dalam pertempuran di Arabia Selatan.
Bangsa Yunani juga menghubungkan kaum ini sebagai ‘Tamudaei’, yakni ‘Tsamud’ sebagaimana ditulis Aristoteles, Ptolemeus dan Pliny. Kaum Tsamud ini diperkirakan hidup pada abad ke-8 Sebelum Masehi, sekitar tahun 800-an SM.
Dalam Alquran, kaum ‘Ad dan Tsamud disebutkan secara bersamaan. Menurut para ahli tafsir, terdapat sebuah hubungan antara kedua kaum ini. Dan kaum ‘Ad pernah menjadi bagian dari sejarah kaum Tsamud.
Baca Juga: Madain Saleh, Kota Kaum Tsamud yang Menjadi Warisan Dunia
Nabi Saleh AS memerintahkan umatnya ini untuk mengambil peringatan dan pelajaran dari kejadian yang pernah menimpa umat Nabi Hud (kaum ‘Ad). Sementara itu, kaum ‘Ad ditunjukkan contoh dari kaum Nabi Nuh yang pernah hidup sebelum mereka. Kaum ‘Ad mempunyai kaitan penting dengan kaum Nabi Nuh AS. Ketiga kaum ini mempunyai hubungan sejarah yang saling berkaitan.
Menurut Alquran, kaum yang pertama kali dihancurkan adalah kaum Nuh. Selanjutnya kaum Nabi Hud (‘Ad), kaum Nabi Saleh (Tsamud), kaum Nabi Luth yang melakukan hubungan sejenis (homoseksual). Kemudian berturut-turut, kaum Nabi Musa (penenggelaman Firaun), kaum Nabi Syuaib (Madyan).
Menurut Harun Yahya dalam bukunya Jejak Bangsa-bangsa Terdahulu, umat Nabi Nuh dihancurkan pada tahun 3000-2500 SM, kaum Ibrahim dan Luth awal tahun 2000 SM, umat Musa tahun 1300 SM, umat Hud (‘Ad) 1300 SM dan umat Nabi Saleh (Tsamud) sekitar tahun 800 SM.
Baca Juga: 12 Kaum yang Dibinasakan Allah
Dalam beberapa sumber, urutan tersebut diatas, belum sepenuhnya tepat. Namun, dari data itu, akan dihasilkan sebuah rangkaian yang sangat runtut (tertib), baik menurut Alquran maupun data-data sejarah.
Sementara itu, menurut Sami bin Abdullah Al-Maghluts dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Nuh AS hidup pada 3993-3043 SM, Hud AS (2450-2320 SM), Saleh AS (2150-2080 SM), Luth AS (1950-1870 SM), Musa AS (1527-1407 SM).

Pahatan Batu
Dari beberapa keterangan yang ada, Britannica Micropedia menyebutkan bahwa di Arabia Kuno, sekelompok suku tampaknya telah memiliki keunggulan sejak sekitar abad 4 SM sampai pertengahan awal abad 7 M. Meskipun kaum Tsamud kemungkinan asal-usulnya dari Arabia Selatan, sebuah kelompok besar rupanya pindah ke Utara pada awal-awal tahun, secara tradisional berdiam di lereng gunung (jabal) Athlab. Penelitian arkeologi terakhir mengungkapkan sejumlah besar batu bertulis dan gambar-gambar kaum Tsamud tidak hanya ada di Jabal Athlab, tetapi juga di seluruh Arabia tengah. (Britannica Micropaedia, Vol 11, hlm 672).
Baca Juga: Jangan Masuk ke Madain Saleh, Kecuali dalam Keadaan Menangis
Pada sekitar 2000 tahun silam, kaum Tsamud telah mendirikan sebuah kerajaan bersama bangsa arab yang lain dan diberi nama Nabataeans. Saat ini, di Lembah Rum yang juga disebut dengan Lembah Petra di Yordania dapat dilihat berbagai contoh karya pahat batu yang terbaik dari kaum ini.
Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, kaum Tsamud ini memiliki kemahiran dan keahlian dalam bidang pertukangan (ukiran dan pahat memahat).
“Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS al-A’raf [7]:74)
Brian Doe, seorang peneliti arkeologi tentang keberadaan kaum Nabi Hud AS (‘Ad) dan kaum Tsamud di Arabia Selatan, menyatakan, kaum Tsamud ini dikenali melalui tulisan dan pahatan-pahatan yang mereka buat pada dinding-dinding batu. Tulisan yang secara grafis itu sangat mirip dengan huruf-huruf Smaitic (yang disebut Thamudic) dan banyak ditemukan di Arabia Selatan sampai ke Hijaz. (Brian Doe, Southern Arabia, Thames and Hudson, 1971, hlm 21-22).
Tulisan yang pertama ditemukan di daerah Utara Yaman Tengah yang dikenal sebagai Tsamud, ini dibawa ke utara, selatan dan Hadramaut oleh Rub’ah Khali, ke barat oleh Shabwah.
Seperti halnya kaum ‘Ad, peninggalan kaum Tsamud banyak ditemukan di daerah sekitar Hadramaut, Yaman. Walaupun telah dihancurkan oleh Allah selama ribuan tahun lalu, namun hingga kini sisa-sisa peninggalan mereka (berupa bangunan dan karya seni) masih dapat ditemukan di sekitar Hadramaut dan di kota Madain Saleh sebelah utara Madinah.



