Hikmah
Beranda » Berita » Manusia yang Dirindukan Surga

Manusia yang Dirindukan Surga

Oleh Syahruddin El Fikri

Setiap manusia bercita-cita untuk masuk ke dalam surga. Dan mereka yang masuk surga itu tentu saja orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Nah, dalam sebuah hadis yang dinisbatkan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam disebutkan bahwa surga itu merindukan empat orang.

Ramadhan dan Tazkiyatun Nafs

Siapa sajakah mereka itu? Berikut mereka orang yang dirindukan oleh surga tersebut.

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ .رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس

Aljannatu Musytaqotun Ila Arba’ati Nafarin, Taalil Qur’an, Wa Haafidzil Lisan, Wa Muth’imul Jii’aan Wa Shoo’imiina Fi Syahri Romadhon.

Artinya: Surga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu orang yang gemar membaca Alqur’an, orang yang senantiasa menjaga lisan dari ucapan-ucapan buruk (yang mencaci atau menyebar kebencian), orang yang memberi makan orang lain yang sedang lapar, serta orang yang menjalankan puasa ramadhan.

Pada bulan Ramadhan ini, keempat golongan manusia itu terkumpul saat ini.

Pentingnya Bersedekah

Pertama, Taalil Qur’an, pembaca Al-Quran.

Selain dapat menenteramkan hati, membaca Al-Quran juga bisa mengantarkan pembacanya ke derajat tertinggi di surga.

Nabi SAW bersabda, “Bacalah (Al-Quran), naiklah (pada derajat-derajat surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukan derajatmu pada kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

Inilah Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Membaca Alqur’an wajib dipelajari dan mengamalkan inti dari alqur’an itu sendiri, di bulan Romadhon jangan pernah meninggalkan bacaan Al-Qur’an, jadikanlah Alqur’an sebagai sahabat, bacaan yang selalu melekat pada diri kita, terlebih pada 10 hari terahir bulan Romadhon ada yang namanya malam Lailatul Qodar. Selain itu, Al-qur’an juga akan memberikan Syafaat pada pembacanya.

Kedua, hafidzil Lisan, orang yang selalu menjaga lisannya

Yakni, mereka yang senantiasa menjaga lisan atau ucapannya dari berkata kotor, mengumpat, menyakiti orang lain.

Disebutkan dalam sebuah hadis, “Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang hanya melaksanakan shalat wajib saja dan hanya bersedekah dengan sepotong keju namun dia tidak pernah menyakiti tetangganya.” Nabi SAW menjawab, “Dia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari).

Tarawih Perdana, PWI Kota Depok Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Anggota

Nabi bersabda: “selamatnya seorang itu dari bagaimana ia bisa menjaga lisannya.”

Betapa kita harus berhati-hati dalam menjaga lisan kita, bisa di manifestasikan dengan selalu mengucap salam, berjabat tangan (dalam kondisi aman) dan saling memaafkan.

Ketiga, Muth’imul Jii’aan, orang yang memberi makan terhadap orang lapar.

Kisah Pertobatan Malik bin Dinar

Nabi SAW bersabda, “Siapapun mukmin memberi makan mukmin yang kelaparan. Pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dan buah-buahan surga.” (HR. Tirmidzi).

Keempat, Shooimiina Fi Syahri Romadhon, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Nabi SAW bersabda, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Al-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari).

Perangi Buta Aksara Al-Qur’an, TP PKK Depok Gandeng Mahasiswa UID

Dengan puasa bisa membersihkan hati yang berpenyakit dan memunculkan Qolbun salim (hati penuh kebaikan) dalam bulan romadlon ini hati yang berpenyakit diusahakan bisa di hilangkan.

Dalam sebuah hadis, dikatakan; Orang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu ketika berbuka puasa dan ketika berjumpa dengan Allah di SurgaNya.

Semoga kita termasuk pada keempat potensi golongan manusia yang dirindukan Surga tersebut. Aamiin.

(sajada.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *