Agama
Beranda » Berita » 10 Golongan Ini Tak Wajib Puasa

10 Golongan Ini Tak Wajib Puasa

10 Golongan Ini Tak Wajib Puasa

Sahabat Rumah Berkah, yang dirahmati Allah.

Orang yang beriman diwajibkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah puasa, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini ditegaskan dalam Al Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183.

MUI Kota Depok Bimbing Ratusan Warga Bersyahadat, Dakwah Humanis Jadi Kunci

Walaupun seseorang itu dinyatakan dan bahkan mengaku beriman, namun bisa jadi dia berhalangan untuk melaksanakan puasa. Jika yang bersangkutan itu benar-benar tidak bisa melaksanakan puasa dengan baik (karena ada uzur), maka dia termasuk orang-orang yang digolongkan pada kelompok yang boleh untuk tidak berpuasa.

Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 184-185, sesungguhnya ada dua kelompok besar yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, yakni orang yang sakit (maridh), dan orang yang bepergian (musafir). Dan mereka ini wajib mengganti puasanya pada hari yang lain. Dan jika tidak mampu juga, maka diperbolehkan dengan membayar fidyah (denda).

Dalam kenyataannya, tidak hanya kedua kelompok besar itu saja yang diperbolehkan tidak berpuasa, tetapi sedikitnya ada 10 golongan.

Berikut ini adalah kelompok yang dibolehkan tidak melaksanakan puasa. Tetapi jika sudah kehidupan pribadi mereka normal, maka dia berkewajiban mengganti puasanya di hari lain, atau membayar fidyah.

Sari Ramada Arafah Gelar Puncak Manasik Haji 1447 H

– Anak-anak yang belum baligh

– orang gila

– orang yang sudah lanjut usia

Tantangan Literasi Santri dalam Arti Luas di Era Globalisasi dan Generasi Z

– wanita yang baru melahirkan

– wanita haid atau nifas

– wanita yang hamil atau menyusui bayi

– orang yang sedang bepergian

Dialektika Aswaja di Era Digital: Menjaga Ruh, Menjemput Zaman

– orang yang sakit parah

– orang yang bekerja sangat berat

– Non Muslim

Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat 22 April

Nah, jika kalian tidak termasuk dalam 10 kelompok tersebut, maka wajiblah atas kalian puasa.

(Syahruddin El Fikri)

Satu Guru, Tiga Gelombang: Arah Pendidikan Indonesia dari KH Sholeh Darat