Home > Hikmah

Hewan Buas Tunduk pada Dzuriyat Rasulullah Ini

Dalam tubuh seseorang yang mengalir darah Rasulullah tak akan dimangsa oleh hewan buas.
Ilustrasi 
Ilustrasi

Hewan Buas Tunduk pada Dzuriyat Rasulullah Ini

.

SAJADA.ID--Sahabat yang dirahmati Allah SWT. Rasulullah adalah manusia terbaik, makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT untuk semesta alam. Beliau diutus Allah sebagai rahmat bagi dunia dan seisinya. Beliau telah berpulang ke Rahmatullah pada 12 Rabiul Awwal Tahun 10 H atau sekitar tahun 634 Masehi.

Rasulullah dikarunia tujuh orang anak, tiga laki-laki dan empat perempuan. Dari tujuh orang itu, hanya satu yang meneruskan keturunannya, yakni dari Sayyidayuna Fathimah binti Rasulullah, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW). Fathimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, dan dikaruniai dua orang putra, yakni Hasan dan Husein. Dari Hasan dan Husein inilah keturunan Rasulullah berlanjut hingga nanti di akhir zaman, yang akan lahir seorang anak bernama Imam Al Mahdi.

Keturunan atau Dzuriyat Rasulullah adalah manusia istimewa. Sebab pada diri mereka mengalir darah dari Rasulullah SAW. Dan binatang buas tak akan memangsa orang-orang yang di dalam tubuhnya mengalir darah Rasulullah SAW.

Dalam kitab Al-Mafakhir karya An-Naisaburi, Lisan Al-Mizan karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, dan Muruj Adz-Dzahab karya Al-Mas’udi diceritakan sebuah kisah tentang adanya seseorang yang mengaku keturunan Rasulullah dan melakukan penipuan dengan menarik keuntungan dari pengikutnya.

Alkisah, di masa Daulah Abbasiyah, tepatnya ketika Khalifah Al-Mutawakkil menjabat sebagai kepala negara, seorang wanita bernama Zainab, mengaku-ngaku bahwa dirinya adalah cucu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia menyebut dirinya putri dari pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fathimah radhiyallahu ‘anhuma.

Bagaimana mungkin ia masih hidup ketika itu? Berarti ia hidup selama dua ratus tahun lebih, karena rentang masa antara zaman nubuwah dan Daulah Abbasiyah, berkisar dua abad lamanya.

Meskipun pengakuannya ini tidak masuk akal, tetapi di tengah masyarakat, Zainab merupakan orang yang cukup berpengaruh. Ia memiliki banyak pengikut. Bahkan ia mampu mengeksploitasi harta pengikutnya. Maka Khalifah Al-Mutawakkil pun mengeluarkan perintah untuk mengundangnya ke istana.

“Kamu ini seorang gadis dan Rasulullah telah wafat ratusan tahun yang lalu. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? ” khalifah mencecar Zainab.

× Image