Home > Agama

Syekh Abdullah: Penyebar Islam di Suku Banjar dan Dayak (Part 1)

Setiap hari, makamnya diziarahi ratusan jamaah dari berbagai daerah di seputar Kalimantan Timur.


Menurut cerita Iskandar, kakak sepupu kami yang berusia 68 tahun, Syekh Abdullah ini punya keistimewaan dalam menyebarkan Islam ke penduduk sekitar. Dalam dakwahnya sangat lembut sehingga membuat masyarakat senang mendengar dan menerima ajaran yang disampaikan.
Lebih lanjut Kakak Iskandar bercerita, dakwahnya sangat luas hingga wilayah Rasak dan Seram di Muara Kedang dan Kecamatan Jempang. Syekh Abdullah, karena lama berdakwah kepada suku Banjar, maka dakwahnya senantiasa dinantikan masyarakat.

Sebagian jamaah mendengar tausiyah tentang Sosok Syekh Abdullah Selimau.
Sebagian jamaah mendengar tausiyah tentang Sosok Syekh Abdullah Selimau.


Sayangnya, tak banyak yang tahu beliau lahir di mana dan pada tahun berapa. Begitu juga dengan wafatnya tidak diketahui secara pasti. Hanya saja, di batu nisannya tertulis wafat pada 7 Syawal, tanpa ada tahunnya. "Tetapi orang tua kami dulu bercerita, saat kami masih kecil saja, beliau sudah wafat. Jadi bisa dipastikan tahun wafatnya sekitar tahun 1940-1950an atau bahkan lebih ke bawah lagi. Bisa jadi 100 tahun lalu," ujar ayah tiga anak ini.


Karena dakwah Syekh Abdullah yang sejuk, maka banyak masyarakat yang berduyun-duyun memeluk agama Islam. Baik suku Banjar, Dayak, Kutai, maupun Bugis. Mereka datang meminta penjelasan tentang ajaran Islam. Dan dengan lembut pula, Syekh Abdullah menjelaskannya. Tak jarang Syekh Abdullah mengunjungi mereka.


Tetapi, setiap kebaikan yang dijalankan, selalu ada cara bagi orang yang tidak suka dan berupaya menghalangi dakwahnya. Beliau yang sehari-harinya berbicara dengan bahasa Banjar, maka suku Banjar dan Kutai masih mudah memahami. Tetapi hal itu berbeda dengan suku lain. Tak jarang beliau meminta para pengikutnya menjadi penerjemah untuk berdakwah ke suku pedalaman.

Jamaah membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis nabi serta wirid di Makam Syekh Abdullah Selimau.
Jamaah membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis nabi serta wirid di Makam Syekh Abdullah Selimau.



× Image