Agama
Beranda » Berita » Empat Ciri Orang yang Bertakwa Menurut Sayyidina Ali

Empat Ciri Orang yang Bertakwa Menurut Sayyidina Ali

Ciri orang bertakwa di antaranya adalah istiqomah melaksanakan perintah Allah, seperti shalat lima waktu.

Oleh Syahruddin El Fikri

SAJADA.ID–Taqwa merupakan dari tujuan puasa. Orang yang berpuasa, seharusnya akan semakin bertakwa kepada Allah SWT. Hal itulah yang ditegaskan dalam Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 183.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183).

Hadis Arbain ke-41: Menundukkan Hawa Nafsu

Pribadi yang bertakwa menurut para ulama adalah mereka yang mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Agar sifat takwa itu terus terjaga setelah Ramadhan, maka seorang muslim harus tetap taat seperti saat Ramadhan. Bahkan saat Syawal, dia akan terus meningkatkan amal ibadahnya. Itulah makna Syawal yakni meningkat.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah, dalam suatu kesempatan ketika seseorang bertanya kepada beliau tentang ciri takwa, ia berkata:

روي عن علي بن ابي طالب – رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ – أنه قال:”التقوى هي الخوف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة او الرضى بالقليل والاستعداد ليوم الرحيل

Diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, ia berkata:

PresGo Culture Week 2026 Ajak Siswa SD Prestasi Global Mengenal Budaya Jawa dan Berkreasi dengan Batik Nusantara

Sesungguhnya tanda takwa itu ada empat, yakni Pertama, Al-Khaufu minal-Jalil, merasa takut kepada Allah SWT yang mempunyai sifat Maha Agung.

Kedua, Al-‘Amalu bi At-Tanzil, beramal dengan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT.

Ciri ketiga, Al-Qona’atu awir-Ridha bil-Qalil, merasa cukup dan ridha dengan pemberian Allah SWT, meskipun hanya sedikit.

Siswa SD Prestasi Global Raih Juara 2 Kejuaraan Golf Junior Internasional Piala Menpora 2026

Ciri orang bertakwa yang keempat, Al-Isti`dadu li Yaumir-Rahil, yaitu senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kembali menghadap Allah.


Dengan empat sifat atau ciri tersebut, maka orang yang bertakwa akan senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat dan dosa. Dia tidak akan mudah tergoda dengan godaan maksiat, kendati dirinya dalam keadaan kekurangan.

Di mana pun berada, dia tidak takut pada apapun. Dia hanya takut kepada Allah. Saat di kantor, di perusahan atau di mana pun, dia selalu merasa diawasi oleh Allah. Karena itu dia tidak akan mudah melakukan perbuatan maksiat.

Jika dia melakukannya, berarti ia sudah tidak takut lagi kepada Allah, dan doa berarti termasuk orang-orang yang zalim.

Sari Ramada Arafah Perluas Pasar di Acara BSI International Expo 2026

Demikianlah empat ciri orang bertakwa menurut Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah. Semoga kita semua senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamiin.

(sajada.id/)

Pandangan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Terkait Polemik Nasab Ba’alawi, Antara Tradisi dan Bukti Sejarah