SAJADA.ID, JAKARTA— BCA Syariah kembali membuka ruang bagi jurnalis untuk mengangkat perkembangan industri keuangan syariah melalui Journalist Writing Competition 2026 Batch 4.
Kompetisi karya tulis jurnalistik tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 30 September hingga 30 Oktober 2026. Peluncuran kompetisi digelar di Kantor Pusat BCA Syariah, Jatinegara, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, kompetisi tersebut menjadi agenda tahunan yang sekaligus mendorong semakin banyaknya informasi mengenai perbankan syariah melalui karya jurnalistik.

“Tahun lalu ada 71 media dengan sekitar 130 artikel. Kami berharap tahun ini peserta jurnalis dan jumlah artikelnya semakin banyak. Tahun ini kami menyediakan total hadiah Rp36 juta,” ujar Yuli.
Menurut Yuli, Journalist Writing Competition telah digelar BCA Syariah sejak 2023. Hingga saat ini, kompetisi tersebut telah menghasilkan sekitar 350 artikel yang mengangkat BCA Syariah maupun perkembangan perbankan syariah secara umum.
Ia berharap semakin banyak jurnalis yang berpartisipasi sehingga informasi mengenai industri perbankan syariah dapat semakin luas diterima masyarakat.

Market Share Syariah Terus Tumbuh
Ekonom syariah dan anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (KPKS/OJK), Dian Masyita, mengatakan pangsa pasar keuangan syariah terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.
Saat ini, market share perbankan syariah mencapai 11,24 persen. Namun, menurut Dian, angka tersebut masih perlu terus ditingkatkan mengingat Indonesia memiliki populasi muslim lebih dari 87 persen lebih.
“Inilah kenapa bank syariah harus bekerja keras dan melakukan inovasi agar lebih diminati masyarakat,” ujarnya.
Dian mengatakan, inovasi dapat dilakukan melalui penguatan layanan digital, kampanye yang lebih luas mengenai pentingnya menggunakan layanan keuangan syariah, serta menghadirkan diferensiasi produk dan layanan.
Menurutnya, perkembangan industri keuangan syariah tidak hanya membutuhkan pertumbuhan dari sisi bisnis, tetapi juga edukasi yang mampu menjelaskan manfaat dan karakteristik keuangan syariah kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, karya jurnalistik dinilai memiliki peran penting dalam memperluas informasi dan literasi mengenai perbankan syariah. Media dapat membantu masyarakat memahami perkembangan, produk, serta inovasi yang dilakukan industri keuangan syariah.
BCA Syariah Perkuat Inovasi Digital
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan mengatakan, BCA Syariah terus mencatatkan pertumbuhan, baik dari sisi jumlah nasabah, aset maupun produk yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sejumlah produk pembiayaan dan layanan konsumer menunjukkan pertumbuhan. Investasi emas tumbuh 81,76 persen, KPR 24,17 persen, KKB 32,59 persen, sedangkan segmen konsumer tumbuh 34,69 persen.
Bukit mengatakan salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan tersebut adalah penguatan digitalisasi layanan. BCA Syariah menghadirkan BSya sebagai aplikasi layanan keuangan syariah yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan transaksi.
Melalui BSya, nasabah dapat menggunakan sejumlah layanan seperti transfer, pembiayaan emas, QRIS, e-wallet, Saku Valas, serta berbagai fitur Islami.
Penguatan layanan digital tersebut menjadi bagian dari inovasi BCA Syariah dalam merespons perubahan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan perbankan syariah.
(Syahruddin/sajada.id)






Komentar