SAJADA.ID, DEPOK — Kemerdekaan Indonesia merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Rasa syukur tersebut tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui persatuan dan kepedulian.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Syahruddin El Fikri dalam tausiyah pengajian rutin MT Balai Wartawan Kota Depok. Pengajian berlangsung di Balai Wartawan Kota Depok, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Perkuat Persatuan dan Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan.” Tema tersebut sangat relevan untuk kembali mengingat makna kemerdekaan.
Syukur Bukan Sekadar Ucapan
Ustadz Syahruddin mengingatkan bahwa kemerdekaan merupakan karunia Allah yang harus terjaga. Salah satu bentuk syukur adalah menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.

“Mensyukuri kemerdekaan bukan hanya dengan mengucapkan alhamdulillah. Syukur juga harus diwujudkan dengan menjaga persatuan dan peduli kepada sesama,” pesannya.
Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan. Setiap orang dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara ini juga mengingatkan pentingnya memperhatikan masyarakat yang berada dalam kondisi sulit. Mereka yang lemah secara ekonomi, sosial, maupun kesehatan membutuhkan kepedulian bersama.
Belajar Bersyukur dari Mereka yang Terbatas
Dalam tausiyahnya, Ustadz Syahruddin menyampaikan kisah tentang anak-anak dengan berbagai keterbatasan. Kisah tersebut menjadi bahan renungan bagi jamaah.
Menurutnya, manusia sering baru menyadari besarnya nikmat setelah melihat orang lain yang memiliki keterbatasan. Karena itu, nikmat kesehatan, keluarga, pendidikan, dan kehidupan harus disyukuri.
“Jangan menunggu kehilangan nikmat baru kita menyadari bahwa nikmat itu sangat berharga,” ujarnya.
Ustadz Syahruddin yang juga Pengasuh MT. Rumah Berkah ini mengajak jamaah menjadikan rasa syukur sebagai energi untuk berbuat baik. Kepedulian kepada sesama merupakan salah satu wujud nyata syukur kepada Allah SWT.

Persatuan Menjadi Kekuatan Bangsa
Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan mudah. Para pejuang mengorbankan tenaga, harta, bahkan jiwa untuk membebaskan bangsa dari penjajahan.
Karena itu, generasi saat ini memiliki kewajiban menjaga hasil perjuangan tersebut. Persatuan menjadi salah satu modal penting untuk mempertahankan kemerdekaan.
“Kalau kita ingin bangsa ini kuat, maka persatuan harus dijaga. Jangan karena perbedaan kita saling menjauh,” katanya.
Ustadz Syahruddin juga mengajak insan pers mengambil bagian dalam menjaga persatuan. Wartawan diharapkan menyampaikan informasi yang benar dan tidak memperkeruh suasana.
Menurutnya, informasi yang disampaikan secara bertanggung jawab dapat mencerdaskan masyarakat. Sebaliknya, informasi yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman dan perpecahan.
Pengajian kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Salwani. Peserta diharapkan membawa pesan syukur dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
(SFR/sajada.id)






Komentar