Pustaka
Beranda » Berita » Arys Hilman Nugraha Kembali Pimpin Ikapi: Tantangan Baru di Era Perbukuan Digital

Arys Hilman Nugraha Kembali Pimpin Ikapi: Tantangan Baru di Era Perbukuan Digital

Arys Hilman Nugraha Kembali Pimpin Ikapi: Tantangan Baru di Era Perbukuan Digital

sajada.id/, JAKARTA–Musyawarah Nasional (Munas) XX Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) yang berlangsung pada 19–21 November 2025 di Jakarta kembali menetapkan Arys Hilman Nugraha sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPI periode 2025–2030.

Terpilihnya Arys secara aklamasi menunjukkan kuatnya kepercayaan anggota terhadap arah dan kepemimpinan yang telah ia bangun dalam lima tahun terakhir.

Pada Munas XX ini, semula terdapat tiga calon ketua umum: Arys Hilman Nugraha, Kartini Nurdin, dan Wahyu Rinanto. Namun dalam penyampaian visi dan misi, kedua calon lainnya menyatakan pengunduran diri, sehingga forum bulat menetapkan Arys sebagai ketua umum secara aklamasi.

Kitab Tajul Arus: Kitab Tasawuf Praktis Jalan Menuju Allah

Ketua Panitia Munas, Mappa Tutu, menegaskan bahwa proses pemilihan berjalan lancar, dinamis, namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan menjaga persatuan di antara para penerbit dari berbagai daerah.

Arys menyampaikan bahwa penyusunan struktur kepengurusan IKAPI periode 2025–2030 masih dalam proses finalisasi. Ia memastikan formasi pengurus baru akan terdiri dari figur-figur yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap kemajuan industri perbukuan nasional.

Tantangan Perbukuan: Minat Baca dan Pembajakan

Dalam sambutannya, Arys menegaskan sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi dunia perbukuan Indonesia. Minat baca masyarakat yang masih rendah menjadi pekerjaan rumah utama. Menurutnya, minat baca belum berkembang menjadi kebiasaan, sehingga akses, distribusi, dan keberadaan buku berkualitas belum berdampak optimal pada pembaca.

Novel Suluh Rindu Kang Abik Diluncurkan Perdana di Banjarmasin

Tantangan lainnya adalah pembajakan buku, terutama melalui kanal digital dan marketplace. Fenomena ini menggerus pendapatan penerbit dan merugikan penulis.

Arys menegaskan perlunya kolaborasi antara IKAPI, pemerintah, dan platform digital untuk memperkuat penegakan hukum dan perlindungan hak cipta.


Agenda Lima Tahun IKAPI

Penyusun Buku Fiqih Islam Raih Lifetime Achievement Award 2022

Arys menyampaikan bahwa IKAPI ke depan akan fokus pada beberapa program strategis: (a) Memperkuat adaptasi penerbit terhadap era digital, termasuk distribusi daring dan transformasi konten. (b) Membangun jejaring internasional yang lebih kuat, terutama dalam pameran buku global dan perlindungan hak cipta antarnegara. (c) Menghadirkan organisasi yang lebih akuntabel, transparan, dan berbasis integritas. (d) Menguatkan peran IKAPI dalam kebijakan publik terkait literasi dan budaya baca. (e) Mendorong pemerataan akses buku hingga daerah-daerah 3T agar masyarakat mendapatkan kesempatan lebih luas mengakses pengetahuan.

Dengan amanah kali kedua ini, Arys Hilman Nugraha diharapkan mampu membawa IKAPI lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap perubahan zaman. Para penerbit anggota juga menaruh harapan besar agar kebijakan perlindungan hak cipta, distribusi buku, dan peningkatan budaya baca dapat semakin diperkuat.

Terpilihnya kembali Arys bukan hanya refleksi dari kepercayaan anggota, tetapi juga penegasan bahwa dunia perbukuan Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang memahami ekosistem literasi secara menyeluruh—mulai dari penulis, penerbit, hingga pembaca. (Syahruddinsajada.id/)

Kemenag Gelar Workshop Moderasi Beragama untuk Pelaku Perbukuan