Pustaka
Beranda » Berita » Empat Jenis Permohonan atau Doa Menurut Ibnu Athoillah

Empat Jenis Permohonan atau Doa Menurut Ibnu Athoillah

Empat Jenis Permohonan atau Doa Menurut Ibnu Athoillah

sajada.id/–Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan umat manusia, terkhusus umat Islam, agar senantiasa berdoa (memohon) pada-Nya. Dan Allah menjanjikan, permohonan mereka akan dikabulkan.

Dalam surat Al-Baqarah, Allah SWT berfirman:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Kitab Tajul Arus: Kitab Tasawuf Praktis Jalan Menuju Allah

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (Al-Baqarah [2]:186)

Menurut Syekh Ibnu Athoillah, penulis Kitab Al-Hikam, ada empat jenis permohonan manusia kepada Allah SWT. Syekh Ibnu Athoillah dengan nama lengkapnya Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ as-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah.

Syekh Ibnu Athoillah lahir di kota Iskandariah tahun 648 H/1250 M, lalu pindah ke Kairo, dan meninggal wafat di Mesir pada 1309 M. Beliau dimakamkan di pemakaman al-Qorrofah al-Kubro Mesir. Adapun as-Sakandari, yang disematkan pada namanya merujuk kota kelahirannya. Sehingga namanya kerap disebut dengan Ibnu Athoillah As-Sakandari.

Beliau merupakan ulama yang ahli dalam bidang tasawuf pada zamannya. Selain itu, Syekh Ibnu Athoillah juga menguasai ilmu agama lainnya, seperti ilmu tafsir, ilmu hadist dan ilmu ushul fikih. Salah satu karya monumentalnya adalah Kitab Al-Hikam.

Doa Awal Bulan Rajab Takkan Tertolak

Kitab Al-Hikam adalah kitab klasik tasawuf karya Syekh Ibnu Athoillah as-Sakandari, berisi hikmah dan nasihat spiritual yang menjadi rujukan penting bagi para pejalan spiritual. Kitab ini menyajikan panduan yang komprehensif tentang jalan spiritual, dengan terminologi yang ketat dan merujuk pada berbagai istilah dalam Al-Quran.


Empat Jenis Permohonan Manusia

Doa-Doa Istimewa di Bulan Rajab

Dalam Kitab Al-Hikam, bab ke-18, Syekh Ibnu Athoillah menulis:

عَلَيْكَ مِنْهُ إِنْهَامٌ لَهُ وَطَلَبُكَ لَهُ غَيْبَةٌ مِنْكَ عَنْهَ وَطَلَبُكَ لِغَيْرِهِ لِقِلَّةِ حَيَائِكَ مِنْهُ وَطَلَبُكَ مِنْ غَيْرِهِ لِوُجُودِ بُعْدِكَ عَنْهُ

"Tuntutan (permintaan) Anda kepada Allah mengandung pengertian bahwa Anda berprasangka tidak baik kepada-Nya. Permohonan Anda agar selalu dekat dengan Allah, mengandung pengertian, bahwa Anda jauh dari-Nya. Permohonan Anda kepada selain Allah, mengandung pengertian, minimnya rasa malu Anda kepada-Nya. Permohonan Anda bukan kepada Allah, menunjukkan bahwa Anda jauh dari Allah."

Lebih lanjut, Ibnu Athoillah menjelaskan: Bagi seorang hamba yang tengah meniti jalan spiritual menuju Allah, hendaklah ia fokus dan sibuk hanya dengan amal-amal saleh yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah. Bukan disibukkan dengan berbagai permintaan akan sesuatu. Karena permintaan-permintaan semacam itu, dalam pandangan orang yang arif (ma'rifat) dan kuat akidahnya adalah nyata-nyata tercela. Baik permintaan kepada Allah maupun kepada makhluk, kecuali sebagian permintaan dalam kerangka pendidikan, penghambaan dan kebaktian kepada Allah, pemenuhan perintah-perintah-Nya, dengan menampakkan bahwa dirinya adalah sosok seorang hamba yang lemah yang butuh pertolongan-Nya.

Habib Umar: Rajab Adalah Bulan Allah

Empat macam bentuk permohonan seorang hamba tersebut, mengandung pengertian:

Pertama, Permohonan Anda kepada Allah agar Ia memberikan rezeki sebagai modal kekutan hidup dan penopang perjalanan hidup Anda, dan agar Ia melapangkan rezeki bagi Anda, adalah merupakan tuduhan Anda kepada-Nya, bahwa Ia tidak memberikan rezeki kepada Anda. Sebab apabila Anda memiliki kepercayaan yang kuat bahwa Dia yang memberikan berbagai kemanfaatan dan rezeki kepada Anda tanpa harus meminta, serta yakin bahwa Dia Maha Mengetahui akan kebutuhan-kebutuhan Anda juga Maha Kuasa unnak memberi kan kepada Anda, mengapa Anda mesti meminta kepada-Nya.

Kedua, Permohonan Anda kepada Allah, agar selalu dekat kepada-Nya. serta terbukanya tabir (hijiah), sehingga Anda bisa menyaksikan Dia dengan mata hati Anda, berarti Dia gaib dan tidak menyertai Anda. Karena apabila Dia hadir berada di dekat Anda tenta Andia tidak perlu meminta agar dekat kepada-Nya.

Inilah 7 Keutamaan Puasa


Ketiga, Permintaan Anda kepada yang selain Allah, untuk memperoleh harta, kekayaan duniawi dan berbagai kenikmatannya, serta agar mem peroleh jabatan dan pangkat dan kedudukan, menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki malu kepada Allah. Sebab jika Anda memiliki rasa mala kepada-Nya, tentu Anda tidak akan berpaling kepada yang selain Dia dan tidak meminta sesuatupun kepada yang selain Allah.

Keempat, Sikap Anda, menghadap manusia untuk memohon harta benda, kedudukan, pangkat dan sesuatu yang bersifat material keduniaan lainnya, sementara Anda melalaikan meminta kepada Allah, berarti menunjukkan bahwa Anda jauh dari Allah dan tidak mengenal-Nya. Sebab seandainya Anda dekat kepada Allah, tentu yang sellain Nya jauh dari Anda. Kalau Anda begitu dekat dan menyaksikan-Nya, tentu Anda cukup mempercayakan kecukupan kebutuhan Anda kepada-Nya, tanpa meminta pada yang selain Dia.

Demikianlah, penjelasan Syekh Ibnu Athoillah As-Sakandari tentang beragam jenis doa atau permohonan manusia kepada Allah, mengandung empat unsur di atas. Wallahu a'lam.

Doa Hari ke-12 Ramadhan

(Syahruddinsajada.id/)