Republika Penerbit Terbitkan Biografi Founder ESQ
JAKARTA—Republika Penerbit menjalin kerja sama dengan ESQ Group untuk menerbitkan buku dari pendiri (founder) ESQ, Ary Ginanjar Agustian. Buku biografi yang mengangkat kisah hidup dari pendiri ESQ ini berjudul “Hamba Sang Maha Cahaya.” Buku ini ditulis oleh salah satu novelis terkemuka di Indonesia, Ahmad Fuadi, yang juga penulis novel “Negeri 5 Menara.”
Kesepakatan untuk menerbitkan biografi Ary Ginanjar ini dilakukan penandatangan melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu, 30 Agustus 2023 di Menara ESQ 165, Jakarta. Pihak ESQ diwakili langsung oleh Ary Ginanjar Agustian selaku founder of ESQ, sedangkan dari Republika Penerbit diwakili oleh Direktur PT Pustaka Abdi Bangsa, Arys Hilman Nugraha.
“Alhamdulillah, kami bersepakat untuk menerbitkan biografi saya yang berjudul “Hamba Sang Maha Cahaya” bersama Pak Arys Hilman dari Republika Penerbit. Semoga kerja sama ini membawa kebaikan bagi diri kami pribadi, ESQ, Republika Penerbit, alumni ESQ, dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Ary.
Dalam penandatanganan ini disaksikan kedua belah pihak, yakni Dwitya Agustina (Vice President ESQ), Teuku Noerman (Chief Information & HC Officer) serta Ida S. Widayanti (Pemred ESQNews dan Author) dari ESQ. dan dari Republika Penerbit dihadiri oleh Syahruddin El Fikri (Kepala Redaksi Republika Penerbit), M. Iqbal Santosa (GM Marketing), Sri Handayani (Admin Legal PAB), serta Nur Beni (staf keuangan). Selain itu, juga dihadiri oleh penulis buku biografi Ary Ginanjar, yakni Ahmad Fuadi.
Selain menerbitkan buku biografi founder ESQ, Republika Penerbit juga akan menerbitkan buku ESQ versi terbaru dari Ary Ginanjar Agustian. “Jadi ada dua buku yang kita sepakati untuk diterbitkan Republika Penerbit,” kata Ary.
Dalam kesempatan ini, Arys Hilman yang juga Direktur Utama PT Republika Media Mandiri mengatakan, pihaknya sangat berbahagia bisa melanjutkan kerja sama dengan ESQ setelah sebelumnya juga melakukan hal yang sama.
“Tentu ini menjadi tongkat estafet keberlanjutan kerja sama dari beberapa tahun lalu,” ujar Arys.

Ia menyebutkan pada tahun 2005 silam, Republika memberikan penghargaan kepada Ary Ginanjar Agustian atas kiprahnya menyelenggarakan training ESQ yang sangat penting bagi penguatan karakter bangsa. “Saat ini (2005, red), kita memberikan penghargaan kepada Pak Ary sebagai Tokoh Perubahan Republika. Kita berharap, kerja sama ini Kembali menguatkan jalinan kerja sama yang sudah terbangun sejak lama,” ungkapnya.
Ari Ginanjar menceritakan perjalanan saat dirinya menulis buku ESQ. “Buku ESQ yang pertama terbit pada tahun 2001 dan sampai sekarang sudah terjual lebih dari 2,5 juta eksemplar. Sebelum jadi buku, saya tulis di kertas yang jumlahnya ratusan lembar. Saya menulis dari pagi hingga pagi lagi, dari malam hingga malam, dan tiada henti,” ujarnya.
Kini, diakui Ary, buku ESQ yang akan diterbitkan merupakan buku versi terbaru (new version). Apa bedanya dengan buku ESQ yang pertama? “Kisahnya yang berbeda. Buku pertama kisah sebelum ESQ training berdiri. Sedangkan buku yang kedua ini terkait kisah bagaimana konsep 165 diaplikasikan setelah ESQ training berdiri. Tentang bagaimana ESQ diuji dengan konsep 165 (ihsan, iman, islam),” jelas Ary.
Rencananya, buku ESQ versi baru dan biografinya tersebut akan dilakukan softlaunching pada Jumat, 29 September 2023 mendatang di ICE BSD, disela-sela acara Indonesia International Book Fair (IIBF).
Mengenai perkembangan dunia perbukuan, Arys Hilman yang juga ketua umum PP Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) menjelaskan akan pentingnya buku dan dunia tulis baca. Arys menjelaskan, buku memegang peran penting dalam kehidupan sebuah bangsa dalam menuju kemajuan.
Menurutnya, buku merupakan fundamen dalam membangun kapasitas dan kemampuan masyarakat literasi. “Tidak hanya literasi ekonomi, literasi yang terpenting juga adalag baca tulis,” paparnya.
Ia menambahkan, kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari dunia perbukuan dan literasi. Hal yang terbukti di seluruh negara maju di dunia. “Pak Ary Ginanjar sangat berjasa dalam pengembangan karakter bangsa di Indonesia. Sudah lama bekerja sama dengan Republika dalam pengembangan karakter tersebut,’ ujar Arys.

Terkait kedua buku yang akan diterbitkan, yakni buku ESQ New Version dan biografi Founder ESQ, Arys menyatakan sangat penting untuk diketahui masyarakat.
“Semakin banyak masyarakat yang membaca bagaimana kiprah Pak Ary dan becermin pada teladan beliau yang dilakukan, Pak Ary sudah miliki peta jalan bagaimana bangsa Indonesia seharusnya pada tahun 2020 dengan AKHLAK-nya, kemudian 2045 terkait dengan momentum Indonesia Emas bahkan sampai pada semacam peta bagaimana Indonesia atap dunia di 2085 menjadi negara No. 1,” jelasnya.

Dipaparkan juga oleh Syahruddin, kepala redaksi Republika Penerbit yang merupakan Alumni ESQ itu, pihaknya merasa bersyukur atas kerja sama penerbitan buku ini. “Harapannya ini akan menjadi estafet berikutnya, artinya kesuksesan yang belum dicapai bisa kembali berlanjut,” terangnya.
Syahruddin menambahkan, untuk tahap awal, buku biografi dan buku ESQ New Version akan cetak masing-masing sebanyak 10 ribu eksemplar. “Mohon doa dan support dari berbagai pihak, semoga buku ini menjadi Nasional Mega Best Seller, sebagaimana buku edisi pertama,” harapnya. (RB)


