Hadits
Beranda » Berita » Tiga Musibah Bagi Murid yang Merendahkan Guru

Tiga Musibah Bagi Murid yang Merendahkan Guru

Seorang murid hendaknya senantiasa hormat pada guru. (dok. rumah berkah/SAJADA.ID)
Seorang murid hendaknya senantiasa hormat pada guru. (dok. rumah berkahsajada.id/)

Tiga Musibah Bagi Murid yang Merendahkan Guru

Oleh Syahruddin El Fikri

Sahabat yang dirahmati Allah SWT.

Makna dari Sya’ban Sebagai Bulan Mulia

Seorang guru adalah panutan atau teladan bagi murid-muridnya. Guru harus menunjukkan dirinya sebagai tokoh yang layak diteladani diikuti perintah serta petunjuknya. Karena itu, seorang murid harus menjaga adab, menjaga akhlak, menjaga etika, baik ketika berhadapan dengan guru maupun di belakangnya.

Seorang murid tak patut merendahkan gurunya walaupun sang guru punya kekurangan. Misalnya murid kaya, guru miskin, maka sebagai murid dia harus tetap memuliakan gurunya. Bahkan ketika muridnya mempunyai jabatan istimewa di perusahaan atau di pemerintahan, sementara gurunya hanya seorang tukang sapu, ia tetap harus dimuliakan, dan tak layak untuk direndahkan.

Merendahkan guru berarti termasuk perbuatan tercela (suul adab). Suul adab terhadap guru, dapat menyebabkan ilmu yang didapatkan tidak berkah, dan tidak bermanfaat.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Álaihi Wassallam (SAW) mengecam murid yang suka merendahkan gurunya. Bahkan Rasul menyebutkan, ada musibah yang akan dialami seorang murid, manakala dia tidak memuliakan gurunya.

Nekat Berhubungan Intim di Siang Hari Ramadhan, Lelaki Ini Mengaku Celaka

وروي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من استخف بأستاذه ابتلاه الله تعالى بثلاثة أشياء نسي ما حفظ وكلّ لسانه وافتقر في آخره

“Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, ‘Siapa saja yang meremehkan ustadznya, niscaya Allah turunkan bala pada tiga hal. Pertama, ia menjadi lupa terhadap hafalannya. Kedua, kelu atau kaku (tumpul) lidahnya. Ketiga, ia akan hidup dalam keadaan fakir (wafat dalam keadaan suul khatimah),’” (Syekh M Nawawi Banten, Salalimul Fudhala, [Indonesia, Al-Haramain Jaya: tanpa tahun), halaman 84).

Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, juga menganjurkan kita untuk bersikap takzim kepada ustadz, muallim, dan guru karena tindakan memuliakan mereka termasuk tindakan memuliakan ilmu.


Sayyid Bakri Ad-Dimyathi mengatakan, “Seseorang tidak akan mendapat (keberkahan) ilmu tanpa menghargai ahli ilmu (ustadz/guru/muallim). Salah satu bentuk takzim adalah tidak membantah mereka.”

Inilah Golongan yang Mengiringi Jenazah

Sayyid Bakri Ad-Dimyathi menganjurkan kita untuk tetap menjaga kehormatan terhadap para guru dan ustadz. Ia mengutip sebagian ulama yang memberikan tips bagi kita untuk tetap menjaga energi penghormatan dan ketakziman terhadap mereka.