Oleh Syahruddin El-Fikri
SAJADA.ID—Sahabat yang dirahmati Allah SWT.
Bulan Sya’ban adalah bulan ke delapan dalam kalender hijriyah. Ia berada di antara Rajab (7) dan Ramadhan (9). Bulan Rajab merupakan bulan istimewa, karena amal ibadah manusia dilipatgandakan.
Dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW menyatakan bahwa Sya’ban adalah bulan saat Rasulullah SAW memperbanyak amal ibadah. Salah satunya, beliau memperbanyak ibadah puasa. Bahkan, Ummul Mukminin Aisyah Radhaiyallahu Anha meriwayatkan, dirinya tak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebanyak puasa pada bulan Sya’ban di luar Ramadhan.
Baca Juga: Keutamaan Bulan Sya’ban
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW puasa 1 bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau puasa lebih banyak dalam sebulan dibanding dengan puasanya pada bulan Sya’ban.” (Hadis shahih Riwayat Bukhari dan Muslim).
Mengacu pada keterangan ini, maka umat Islam banyak melaksanakan puasa di bulan Sya’ban, termasuk puasa nisfu sya’ban.
Baca Juga: Makna Sya’ban Sebagai Bulan Mulia
Dalam hadits lain, Rasul SAW bersabda: “Aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i).
Baca Juga: Bulan Sya’ban adalah Bulan yang Dilalaikan Umat Manusia
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ أَبُو الْغُصْنِ شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Telah mengabarkan kepada kami [‘Amr bin ‘Ali] dari [‘Abdurrahman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Tsabit bin Qais Abu Al Ghushn] – seorang syaikh dari penduduk Madinah – dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Sa’id Al Maqburi] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Usamah bin Zaid] dia berkata; Aku bertanya; “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?” Beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya, —ia bulan yang berada—di antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan yang disana berisikan berbagai amal perbuatan yang diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i: 2317).
Merujuk pada hadits di atas, jelaslah bahwa bulan Sya’ban menjadi pertanda bahwa saat itu amal umat manusia diangkat ke hadirat Allah SWT.
Oleh karena itu, sahabat sajada.id/, marilah memperbanyak amal ibadah di sepanjang bulan Sya’ban, agar ibadah kita mendapatkan ridha dari Allah SWT.
Dalam Kitab Sunan Ibn Majah juz 1 halaman 444, hadits nomor 1388:
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ ثنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِيْ سَبْرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُوْل اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا . فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا. فَيَقُوْلُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْر
“Dari Ali bin Abu Thalib, beliau berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila telah datang malam Nisfu Sya’ban, maka shalat malamlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, sesungguhnya (rahmat) Allah turun pada malam itu ke langit yang paling bawah ketika terbenamnya matahari, kemudian Allah menyeru “Adakah orang yang meminta maaf kepadaku, maka akan Aku ampuni. Adakah yang meminta rezeki, maka Aku akan melimpahkan rezeki kepadanya. Adakah orang yang sakit, maka akan Aku sembuhkan”. Dan hal-hal yang lain sampai terbitnya fajar.”
Demikianlah penjelasan tentang bulan Sya’ban sebagai waktu diangkatnya amal manusia ke hadirat Allah SWT. Semoga bermanfaat. (sajada.id/)
Baca Juga: Sya’ban Bulan yang Sering Dilalaikan Umat


