Fiqih
Beranda » Berita » Puasa Rajab Haram? Ini Lima Hari yang Diharamkan Berpuasa

Puasa Rajab Haram? Ini Lima Hari yang Diharamkan Berpuasa

Table of Contents

Puasa Rajab Haram? Ini Lima Hari yang Diharamkan Berpuasa

Sahabat yang dirahmati Allah SWT

Setiap memasuki bulan Rajab, Sya’ban, kemudian Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, sering muncul pertanyaan di masyarakat soal hukum puasa pada bulan-bulan tersebut. Banyak hukum bermunculan dari pertanyaan tersebut yang berseliweran, termasuk di dunia Maya atau media sosial.

Bagaimanakah sesungguhnya puasa pada awal, pertengahan, atau bahkan akhir dari bulan Rajab? Bulan Sya’ban (nisfu Sya’ban), atau bulan-bulan haram lainnya?

Walimatul Ursy atau Minta Sumbangan?

Hadits berikut ini, merupakan sedikit di antara dalil-dalil tentang keharaman berpuasa bagi umat Islam. Ada lima hari dalam setahun, yang umat Islam tidak boleh berpuasa. Jika berpuasa hukumnya haram. Dan mereka yang mengerjakannya berarti berdosa. Hari-hari apakah itu?

1. Idul Fitri (1 Syawal)

Pada hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal, umat Islam diharamkan berpuasa. Dasarnya adalah karena hari itu adalah waktunya berbuka setelah sebulan penuh berpuasa pada bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda:

Anak Lahir di Luar Nikah, Siapa Walinya?

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَهَذَا حَدِيثُهُ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ هَذَيْنِ الْيَوْمَيْنِ أَمَّا يَوْمُ الْأَضْحَى فَتَأْكُلُونَ مِنْ لَحْمِ نُسُكِكُمْ وَأَمَّا يَوْمُ الْفِطْرِ فَفِطْرُكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, serta Zuhair bin Harb, dan ini adalah haditsnya, mereka berdua mengatakan; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri, dari Abu ‘Ubaid, ia berkata, aku menghadiri ‘Id bersama Umar, beliau memulai salat sebelum berkhotbah kemudian berkata, sesungguhnya Rasulullah ﷺ melarang dari berpuasa pada dua hari ini, adapun hari Idul Adha, maka kalian makan sebagian dari daging sembelihan kalian, adapun hari Fitri maka merupakan berbuka kalian dari puasa. (HR. Abu Daud No. 2063).

2. Idul Adha (10 Dzulhijjah)

Seperti Idul Fitri, hari raya Idul Adha juga diharamkan berpuasa bagi umat Islam.

Kemenag Ingatkan Risiko Besar Nikah Tak Tercatat, Perempuan dan Anak Paling Rentan

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ

Telah menceritakan kepada kami Rauh, dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata, “Bahwasanya Rasulullah ﷺ melarang berpuasa pada dua hari; pada hari Idul Fitri dan Idul kurban.” (HR. Ahmad No. 10223).

3. 4. 5. Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Selain hari raya idul Fitri dan idul Adha, tiga hari lainnya yang diharamkan berpuasa adalah hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, yakni tiga hari setelah Idul Adha (hari raya kurban atau hari raya haji).

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Anak Tanpa Nasab Ayah, Siapa Wali Nikahnya?

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami Husyaim, telah mengabarkan kepada kami Khalid dari Abul Malih dari Nubaisyah Al Hudzali dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Hari-hari Tasyrik (tanggal sebelas, dua belas dan tiga belas Dzulhijah) adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad No. 19797).

Berdasarkan keterangan tiga hadis di atas, jelaslah bahwa puasa pada lima hari yang disebutkan, yakni Idul fitri, Idul Adha, dan tiga hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), hukumnya haram.

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَلِيٍّ وَسَعْدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ وَنُبَيْشَةَ وَبِشْرِ بْنِ سُحَيْمٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُذَافَةَ وَأَنَسٍ وَحَمْزَةَ بْنِ عَمْرٍو الْأَسْلَمِيِّ وَكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَعَائِشَةَ وَعَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ يَكْرَهُونَ الصِّيَامَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ إِلَّا أَنَّ قَوْمًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ رَخَّصُوا لِلْمُتَمَتِّعِ إِذَا لَمْ يَجِدْ هَدْيًا وَلَمْ يَصُمْ فِي الْعَشْرِ أَنْ يَصُومَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ وَبِهِ يَقُولُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ قَالَ أَبُو عِيسَى وَأَهْلُ الْعِرَاقِ يَقُولُونَ مُوسَى بْنُ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ وَأَهْلُ مِصْرَ يَقُولُونَ مُوسَى بْنُ عُلِيٍّ و قَالَ سَمِعْت قُتَيْبَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ اللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ يَقُولُ قَالَ مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ لَا أَجْعَلُ أَحَدًا فِي حِلٍّ صَغَّرَ اسْمَ أَبِي

Telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Musa bin Ali dari Ayahnya dari ‘Uqbah bin Amir berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Hari Arafah, Iduladha dan Hari-Hari Tasyriq merupakan hari raya kami sebagai kaum muslimin yaitu hari makan dan minum.” Hadits semakna diriwayatkan dari ‘Ali, Sa’ad, Abu Hurairah, Jabir, Nubaisyah, Bisyr bin Suhaim, Abdullah bin Hudzafah, Anas, Hamzah bin Amr As Sulami, Ka’ab bin Malik, ‘A`isyah, Amr bin Al Ash dan Abdullah bin Amr. Abu Isa berkata, “Hadits Uqbah bin Amir merupakan hadits hasan shahih dan diamalkan oleh para ulama, mereka sangat membenci puasa pada Hari-Hari Tasyriq. Ada sekelompok sahabat dan yang lain, memberi keringanan bagi yang berhaji tamattu’, jika tidak mendapatkan hewan sembelihan dan tidak sempat untuk berpuasa pada hari tasyrik pertama bulan Zulhijah. Demikian juga Anas bin Malik, Syafi’i, Ahmad dan Ishaq membolehkan puasa pada hari tasyriq bagi yang berhaji tamattu’ jika tidak mendapatkan hewan sembelihan dan tidak sempat berpuasa pada sepuluh Abu ‘Isa berkata, “Penduduk Irak menyebutnya Musa bin Ali bin Robah sedangkan penduduk Mesir memanggilnya Musa bin Aliy.” (Abu Musa) berkata, “Saya telah mendengar Qutaibah berkata, ‘Aku mendengar Al Laits bin Sa’ad berkata, ‘Musa bin Ali berkata, saya tidak akan membiarkan orang yang mentashgir (mengecilkan) nama ayahku.'” (HR. Tirmidzi No. 704).

Tarawih: 8 atau 20 Rakaat?

Dengan penjelasan ini, maka tidak ada larangan sama sekali untuk berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban, Muharam, Dzulqa’dah, dan bulan Dzulhijjah. Karena itu, silakan berpuasa dengan niat tulus karena Allah untuk meraih Ridha-Nya.

(Syahruddin El Fikri)

Awas Salah Niat Shalat Witir