Home > Agama

Tadarus Budaya untuk Asah Kepekaan dan Menguatkan Tradisi

Sejumlah tokoh menghadiri acara Tadarus Budaya Ramadhan yang diselenggarakan PCNU Kota Depok.
Sejumlah tokoh menghadiri acara Tadarus Budaya Ramadhan yang diselenggarakan PCNU Kota Depok. (dok)
Sejumlah tokoh menghadiri acara Tadarus Budaya Ramadhan yang diselenggarakan PCNU Kota Depok. (dok)

Tadarus Budaya untuk Asah Kepekaan dan Menguatkan Tradisi

.

SAJADA.ID—Sahabat yang dirahmati Allah SWT. Dalam upaya memeriahkan bulan suci Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menggelar acara Tadarus Budaya, Ahad (24/3) malam di Kantor PCNU Depok. Dalam kesempatan ini juga digelar Istighotsah dan Konser Ki Ageng Ganjur.

Hadir dalam kegiatan ini, segenap pengurus dan juga Ketua PCNU Depok KH. Achmad Solechan, Dekan FIB UI Dr. Bondan Kanumoyoso, Budayawan Abdullah Wong, Keta Lesbumi PBNU Dr Zastrouw Al-Ngawati, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana, Dandim 0508 Depok Letkol Inf Iman Widartho, Sekda Kota Depok, Supian Suri, Kepala Kantor Kemenag Kota Depok Enjat Mujiat, Ketua DPRD Kota Depok diwakili oleh Ikravany Hilman.

“Melalui dialog budaya ini kita mengasah rasa dan kepekaan dalam kehidupan berbangsa dan kenegaraan. Melalui penguatan tradisi dan penguatan budaya, diantara seni musik religi, sholawat dan lainnya,”ujar Ketua PCNU Kota Depok KH. Achmad Solechan.

Baca Juga: NU Depok Adalah Rajawali

Kyai Alex, sapaan akrabnya, mengungkapkan, dalam dialog budaya mengedepankan aspek dan nilai-nilai kultur budaya. Sehingga, diharapkan bangsa ini akan selamat dan terhindar dari godaan ekstremisme, mau menang sendiri, tidak toleran, dan radikalisme.

“Dengan budaya itu bisa diterima oleh semua kalangan tanpa adanya sekat. Yang mampu berdiri diatas suku, etnis, kelompok, golongan dan itu bisa berbaur bersama dengan budaya. Sangat sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam dan berpegang teguh pada pada bhineka Tunggal Ika,”terangnya.

Baca Juga: Koperasi Muslimat NU Depok Gelar Rapat Anggota

Wakil Ketua Lesbumi PBNU Dr. Ngatawi Al-Zastrouw mengungkapkan perlunya dialog budaya dalam upaya merajut kembali kebersamaan dan persatuan. Terlebih lagi, bangsa Indonesia baru saja menyelenggarakan hajat besar yaitu pesta demokrasi. “Mari kita rajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan itu adalah hal biasa dan rahmat dari Allah SWT. Mari kita kembali kerja seperti semula di tempat masing-masing,”jelas pimpinan Ki Ageng Ganjur ini.

× Image