
Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Jamaah Padati Pengajian Musholla Nurul Jannah
sajada.id/, DEPOK–Semangat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW menjadi pusat perhatian dalam Pengajian Akbar di Musholla Nurul Jannah, Rawadenok, Depok. Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW,” tausiyah disampaikan oleh Ustadz Zainudin, H. MR., S.Pd., yang menekankan pentingnya menghadirkan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan firman Allah:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4)

Ustadz Zainudin menjelaskan bahwa akhlak Nabi adalah cerminan nyata dari nilai-nilai Al-Qur’an, sebagaimana sabda Aisyah r.a.:
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
"Akhlaknya adalah Al-Qur’an." (HR. Muslim)
Ustadz Zainudin kemudian menyampaikan contoh-contoh akhlak Nabi yang dapat dijadikan pedoman:
1. Kejujuran yang Tak Pernah Ternoda
Rasulullah dikenal sebagai Al-Amin, sosok yang amanah dan terpercaya bahkan sebelum kenabian. Kejujurannya membuat seluruh masyarakat Makkah menaruh hormat, sekalipun mereka memusuhi dakwah beliau.
2. Kasih Sayang Tanpa Batas
Nabi SAW bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ
"Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman." (HR. At-Tirmidzi)
"Beliau tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan, tetapi selalu dengan kebaikan dan doa," ujar Ust. Zainudin.

3. Kesabaran yang Luar Biasa
Tatkala dihina, disakiti, bahkan dilempari batu di Thaif, Nabi justru memohonkan hidayah bagi mereka. Kesabaran beliau menjadikan dakwah Islam berkembang tanpa kekerasan.
4. Rendah Hati dalam Segala Keadaan
Beliau biasa duduk bersama rakyat, makan di lantai, dan membantu pekerjaan rumah. Ketika beliau dipuji, diriwayatkan beliau hanya tersenyum dan mengingatkan bahwa dirinya hanyalah hamba Allah dan utusan-Nya.
5. Kedermawanan yang Membuat Hati Takjub
Nabi SAW tidak pernah menolak permintaan seseorang. Dalam sebuah riwayat disebutkan, beliau memberi seorang lelaki hingga orang itu pulang sambil berkata, “Tidak ada manusia yang lebih dermawan daripada Muhammad.”
Ustadz Zainudin menutup tausiyahnya dengan ajakan agar kecintaan kepada Nabi bukan hanya lisan, tetapi diwujudkan dalam akhlak sehari-hari—di rumah, di lingkungan, dan di masyarakat.
Tokoh Masyarakat Hadir
Acara ini dihadiri Camat Pancoranmas Mustakim, S.Sos.; Ketua LPM Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Kosim Yusuf, SH., M.Kn.; Ketua RW 01 Rawadenok Uu Supriatna; Ketua Panitia dan Ketua DKM Musholla Nurul Jannah Ustadz Sanusi; Ketua RT 09/01 Rawadenok Bapak Maryadi; serta Anggota DPRD Kota Depok H. Edi Masturo.

Ketua panitia, Ustadz Sanusi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah serta para donatur yang mendukung acara tersebut.
"Semoga Allah membalas segala kebaikan kita andai, dan menjadikan majelis ini sebagai wasilah turunnya rahmat,” ujarnya.

Sementara itu, H. Edi Masturo, Anggota DPRD Kota Depok, mengungkapkan bahwa majelis ilmu seperti ini memperkuat ukhuwah dan menjadi modal kebersamaan masyarakat Rawadenok.
“Selain menambah ilmu, kegiatan seperti ini memupuk silaturahim dan menguatkan kebersamaan warga. Semoga terus berkelanjutan,” tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar warga Rawadenok dapat terus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

(M. Nasir/Syahruddinsajada.id/)





