Hikmah
Beranda » Berita » Inilah Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Inilah Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Oleh Syahruddin El Fikri

SAJADA.ID–Memberi makan kepada orang yang berpuasa adalah amalan yang sangat mulia, terutama di bulan Ramadhan. Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain, terlebih dalam membantu mereka berbuka, akan dibalas Allah dengan pahala yang besar.

Mendapat Pahala Seperti Orang yang Berpuasa

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Momentum Muhasabah dan Meningkatkan Ibadah Serta Shalat Khusuf

Rasulullah ﷺ bersabda:

“مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا”

“Barang siapa memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Imam at-Tirmidzi, no. 807; hasan sahih)

Hadits ini menunjukkan betapa luas rahmat Allah. Kita mungkin memiliki banyak kekurangan dalam ibadah puasa, tetapi dengan membantu orang lain berbuka, kita ikut meraih pahala besar dari ibadah mereka.

Termasuk Amal Sedekah yang Paling Utama

Mau Bayar Zakat, Infak & Sedekah? Ke Sini Aja

Allah SWT berfirman:

“وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا”

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Qur’an, Al-Insan: 8)

Ayat ini menjelaskan bahwa memberi makan adalah ciri orang-orang yang dicintai Allah. Mereka memberi bukan karena berlebih, tetapi karena dorongan iman dan kasih sayang.

Ramadan 1447 H, MT Balai Wartawan Depok Gelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama

Rasulullah ﷺ juga bersabda ketika ditanya tentang amalan terbaik dalam Islam:

“تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَىٰ مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ”

“Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.” (HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim)

Ini menunjukkan bahwa memberi makan termasuk amal sosial yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah.

Mendatangkan Rahmat dan Melembutkan Hati

Dompet Dhuafa dan Gramedia Sebar 30 Ribu Al-Qur’an untuk Sumatera dan Nusantara

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menjelaskan bahwa memberi makan termasuk amalan yang dapat melembutkan hati dan menghilangkan sifat kikir. Orang yang terbiasa berbagi akan lebih mudah merasakan penderitaan orang lain dan lebih dekat dengan rahmat Allah.

Tidak Harus Mewah, yang Penting Ikhlas

Memberi makan tidak harus dalam bentuk jamuan besar. Seteguk air atau sebutir kurma pun sudah bernilai pahala jika diniatkan untuk membantu orang berbuka karena Allah.

Tarawih Perdana, PWI Kota Depok Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Anggota

Rasulullah ﷺ sendiri sering berbuka dengan kurma dan air. Artinya, siapa pun bisa mengambil bagian dalam kebaikan ini sesuai kemampuan masing-masing.

Maksimalkan Ramadhan

Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi. Di sekitar kita masih banyak saudara yang kesulitan menyediakan hidangan berbuka. Mungkin dengan satu paket takjil, satu kotak nasi, atau sekadar air minum dan kurma, kita telah membuka pintu pahala yang sangat besar.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar memberi makan, dilapangkan rezekinya, dilembutkan hatinya, dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh.

BAZNAS: Gaji Rp.7.640.144,- per Bulan, Wajib Zakat

Wallahu a’lam bish-shawab. (SFR/sajada.id)

    Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *