Agama
Beranda » Berita » Ini Perbedaan Masjid dan Mushalla

Ini Perbedaan Masjid dan Mushalla

Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah. (Dok. sajada.id)

Oleh: Syahruddin El-Fikri

SAJADA.ID–Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam akrab dengan masjid dan mushalla sebagai tempat menunaikan shalat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keduanya sama-sama menjadi ruang sujud, tempat doa dipanjatkan, serta sarana membangun keimanan dan kebersamaan umat.

Islam memuliakan tempat-tempat ibadah ini karena di sanalah nama Allah SWT disebut dan hamba-hamba-Nya bersujud. Allah SWT berfirman:

BMKG: Perubahan Iklim Global Picu Lonjakan Bencana Hidrometeorologi di Sumatra

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu menyembah siapa pun di dalamnya selain Allah.” (QS. Al-Jin: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa masjid memiliki kedudukan istimewa sebagai tempat ibadah yang disucikan dan dimuliakan.

Masjid, Pusat Ibadah dan Pemakmuran Umat

Masjid dalam kehidupan umat Islam berfungsi sebagai pusat shalat berjamaah, terutama shalat lima waktu dan shalat Jumat. Selain itu, masjid juga menjadi tempat menuntut ilmu, memperkuat ukhuwah, serta menjalankan aktivitas sosial dan dakwah.

Prof Abdul Rauf: Ketidaksesuaian Ekofisiologi Lahan Picu Banjir dan Longsor

Al-Qur’an menyebut orang-orang yang memakmurkan masjid sebagai golongan yang beriman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.” (QS. At-Taubah: 18)

Jiwa yang Kehilangan Nurani, Inikah “Negeri Para Bedebah?”

Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan berada di masjid atau tempat shalat dengan tujuan ibadah. Dalam hadis sahih disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ، لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ»

“Jika salah seorang dari kalian berwudhu lalu menyempurnakannya, kemudian keluar menuju masjid dengan tujuan shalat, maka setiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapus satu dosa. Jika ia telah shalat, para malaikat akan terus mendoakannya selama ia masih berada di tempat shalatnya selama ia belum berhadats.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan berada di masjid dalam rangka ibadah.

Jelang Ramadhan, PWI Depok dan Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah di HPN 2026

Mushalla, Sarana Ibadah yang Dekat dengan Masyarakat

Selain masjid, umat Islam juga mengenal mushalla sebagai tempat shalat yang lebih fleksibel. Mushalla dapat berada di rumah, lingkungan perumahan, perkantoran, sekolah, atau lapangan terbuka. Kehadiran mushalla memudahkan umat Islam menjaga shalat berjamaah dan menghidupkan ibadah di tengah aktivitas sehari-hari.

Dalam pelaksanaan shalat Id, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya menuju mushalla, sebagaimana disebutkan dalam hadis:

«أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ فِي الْعِيدَيْنِ إِلَى الْمُصَلَّى» عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ

Koperasi Annisa MNU Kota Depok Gelar RAT Tahun Buku 2025

“Kami diperintahkan untuk mengeluarkan para gadis dan wanita yang sedang haid pada dua hari raya menuju mushalla.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menyebut istilah mushalla sebagai tempat shalat seseorang, baik di masjid maupun di tempat shalat lainnya:

«لَا تَزَالُ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ»

Puncak Hari Pers Nasional 2026 Digelar di Serang, Banten

“Para malaikat terus mendoakan salah seorang dari kalian selama ia masih berada di tempat shalatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa mushalla, dalam maknanya, menjadi sarana ibadah yang tetap bernilai tinggi selama digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tempat Sujud dan Kedekatan dengan Allah

Baik masjid maupun mushalla merupakan tempat sujud, yaitu posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya. Rasulullah SAW bersabda:

«أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»

“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

Karena itu, menjaga adab, kesucian, dan memakmurkan masjid serta mushalla dengan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memahami fungsi masjid dan mushalla bukan sekadar soal istilah, tetapi tentang bagaimana umat Islam menghidupkan keduanya sebagai pusat ibadah, pembinaan iman, dan penguatan ukhuwah. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai tempat-tempat sujud dan istiqamah dalam shalat berjamaah. Wallahu a’lam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *