Al Quran
Beranda » Berita » Imam Syafi’i Merasa Bertambah Bodoh Bila Mendapat Ilmu

Imam Syafi’i Merasa Bertambah Bodoh Bila Mendapat Ilmu

Ilustrasi: Seorang anak sedang belajar membaca Al-Quran. (istimewa)
Ilustrasi: Seorang anak sedang belajar membaca Al-Quran. (istimewa)

Imam Syafi'i Merasa Bertambah Bodoh Bila Mendapat Ilmu

Ada banyak ayat maupun hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) yang menerangkan tentang keutamaan menuntut ilmu.

Al Quran sangat mendorong manusia untuk terus menggali segala hal yang ada di dunia. Kehidupan manusia yang terus berkembang hingga menjadi lebih pesat memang tidak lepas dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia diberikan sejumlah potensi untuk menjalani kehidupannya dengan mudah dengan ilmu pengetahuan. Salah satu anugerah terbesar yang diberikan oleh-Nya adalah akal. Dengan akal, manusia dapat berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan

Dalam Al-Quran, salah satu ayat yang menerangkan tentang keutamaan ilmu pengetahuan adalah:

Dompet Dhuafa dan Gramedia Sebar 30 Ribu Al-Qur’an untuk Sumatera dan Nusantara

 يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah ayat 11).

Orang yang berilmu lebih tinggi kedudukannya daripada orang yang tidak berilmu. Karena itu, umat Islam tak boleh berhenti atau sudah merasa puas dengan ilmu yang didapatkan, atau merasa sudah cukup dengan gelar S-1, S-2, S-3. Dia tetap harus terus belajar, belajar, dan belajar menuntut ilmu pengetahuan.

Dalam surah Al-Kahfi, Allah SWT berfirman:

قُلْ لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا

“Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS. Al Kahfi [18]: 109).

Belum Datangkah Waktunya Hati Kita Tunduk?

Ayat diatas menggambarkan betapa luasnya ilmu yang dimiliki Allah SWT. Karena itu, manusia tak boleh merasa puas dengan apa yang sudah dperolehnya.

Imam Syafi’i dalam suatu riwayat berkata: “Saya makin terlihat bodoh, saat saya mendapatkan ilmu.”

Berita Terkait: Beruntungnya Orang yang Rajin Menuntut Ilmu (republika.co.id)

Astrofisikawan Harvard Buktikan “Jejak” Keberadaan Tuhan Melalui Matematika

Doa Agar Mudah Menerima Ilmu Pengetahuan

Santri Pondok Al-Quran Rumah Berkah (dok. Rumah Berkah)
Santri Pondok Al-Quran Rumah Berkah (dok. Rumah Berkah)

Maksud dari ungkapan Imam Syafi’i tersebut adalah bahwa ilmu yang baru didapatkannya itu kenapa baru didapatkannya, tidak dari dahulunya. Kok, baru sekarang dia mendapatkan ilmu tersebut. Allahu a’lam. (Syahruddin E).

Video Terkait:

Berharap Amal Terbaik Saat Sakaratul Maut | @Rumah Berkah | Ust. Syahruddin E – YouTube

Perangi Buta Aksara Al-Qur’an, TP PKK Depok Gandeng Mahasiswa UID

Agar Hati Jadi Tenang

Berharap Amal Terbaik

Tarhib Ramadan, Kauny Dorong Budaya Menghafal Al-Qur’an Sepanjang Tahun