Agama
Beranda » Berita » Dosen FAI UMJ Jadi Narasumber di Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat

Dosen FAI UMJ Jadi Narasumber di Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat

Dr. Ismail, S.Sos, M.Pem.I
Dr. Ismail, S.Sos, M.Pem.I

Dosen FAI UMJ Jadi Narasumber di Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat

sajada.id/, NASHVILLE — Dr. Ismail, S.Sos., M.Pem.I, dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), terpilih menjadi salah satu narasumber pada Indonesia Focus Conference 2025 yang digelar di Universitas Vanderbilt, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, pada Jumat (11/10).

Konferensi internasional tahunan yang mengusung tema “Innovating for Sustainable Future” ini diselenggarakan oleh Asian Society for International Relations and Public Affairs (ASIRPA) dan dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, praktisi, serta delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam forum tersebut, Dr. Ismail memaparkan gagasan bertajuk “Strategi Pentahelix dalam Penanggulangan Terorisme Berbasis Penguatan Kerukunan dan Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia.”

PWI Kota Depok Kembali Gelar Bukber dan Tarawih Berjamaah

"Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman dan multikultural. Kekuatan perbedaan ini menjadi fondasi besar menuju masyarakat yang adil dan makmur. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, perbedaan dapat menjadi pemicu konflik horizontal,” ujar Dr. Ismail dalam paparannya.

Ia menjelaskan bahwa strategi pentahelix merupakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan lima unsur utama bangsa, yaitu pemerintah pusat dan daerah, tokoh masyarakat serta tokoh agama, kalangan akademisi, pelaku usaha, dan media massa.

Kelima unsur tersebut, menurutnya, perlu bersinergi untuk mencegah penyebaran ideologi radikal dan memperkuat semangat kebangsaan berbasis nilai toleransi antarumat beragama.

"Dukungan dari lima elemen bangsa dalam penanggulangan terorisme sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran, yakni memperkokoh Pancasila serta meningkatkan toleransi antarumat beragama menuju masyarakat yang adil dan makmur,” terang Ismail.

Muslimat NU Anak Ranting RW 15 Rangkapan Jaya Baru Berbagi 200 Takjil untuk Ojol dan Warga


Ia menambahkan, implementasi kolaborasi tersebut harus dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar pembagian program. Dengan demikian, kolaborasi itu dapat menjadi “vaksinasi kebangsaan” untuk memperkuat semangat persatuan.

"Transformasi wawasan kebangsaan, internalisasi nilai-nilai Pancasila, pelestarian kearifan lokal, serta moderasi dalam beragama menjadi pilar penting dalam membangun daya tahan bangsa,” imbuhnya.

Di akhir paparannya, Dr. Ismail menyampaikan apresiasi kepada ASIRPA dan Universitas Vanderbilt atas kesempatan yang diberikan.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Momentum Muhasabah dan Meningkatkan Ibadah Serta Shalat Khusuf

"Semoga konferensi dan diskusi di negara adidaya dunia ini dapat menginspirasi dan memberikan kontribusi nyata bagi langkah bersama menuju Indonesia yang lebih adil dan makmur. Bersama, kita kawal Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran,” tutupnya.

(Syahruddinsajada.id/)