
Rencana Pembangunan Masjid Agung Kota Depok: Inisiatif Ulama, Didukung Pemerintah
sajada.id/, DEPOK — Rencana pembangunan Masjid Agung Kota Depok terus bergulir dan mendapat dukungan penuh dari para ulama serta Pemerintah Kota Depok. Hal ini disampaikan oleh KH. Abu Bakar Madris, Penasihat Majelis Taklim At-Taubah Depok, pada Kamis (24/7/2025).
Dalam pernyataannya, KH. Abu Bakar menegaskan bahwa pembangunan masjid agung ini merupakan inisiatif dan kesepakatan para ulama di Kota Depok sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan umat Islam akan tempat ibadah yang representatif dan menjadi pusat kegiatan keislaman berskala kota.
“Para ulama sepakat bahwa pembangunan masjid agung ini harus tetap dilanjutkan. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi juga soal identitas dan semangat keumatan,” ujar KH. Abu Bakar Madris.
Masjid Agung yang direncanakan ini nantinya akan menjadi simbol kemajuan spiritual masyarakat Depok, tempat berkumpulnya kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan pusat ukhuwah antarwarga.
Sejauh ini, sejumlah tokoh agama, organisasi keislaman, dan masyarakat luas turut memberikan dukungan moril maupun materil demi terwujudnya rumah Allah yang agung dan representatif di Kota Depok.
KH. Abu Bakar juga mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bersatu dalam menyukseskan pembangunan ini. “Mari kita doakan dan dukung pembangunan Masjid Agung ini. Semoga menjadi warisan kebaikan bagi generasi mendatang,” tutup beliau.
Pembangunan Masjid Agung Kota Depok diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, namun juga pusat peradaban Islam yang menyejukkan, inklusif, dan mempersatukan seluruh komponen umat.
Sebelummya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH. Syihabuddin Ahmad mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya pembangunan Masjid Agung di Kota Depok. "Sangat wajarlah jika Kota Depok memiliki Masjid Agung. Sebab, kita sudah sekian tahun berdiri tetapi masjid Agung belum punya," ujar Kyai Syihab
MUI Depok, lanjutnya, akan berjalan seiring dengan kebijakan Pemkot Depok dalam mewujudkan pembangunan Masjid Agung. "Soal tempat, kami pasrahkan kepada panitianya. Tetapi jika boleh mengusulkan, tentunya tempatnya harus strategis, misalnya di Margonda, atau tempat yang memang tepat," ujarnya.

Rencana besar ini juga mendapat respons positif dari Wali Kota Depok, yang menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses pembangunan. Bahkan, pihak pemerintah kota berjanji akan menyiapkan lahan terbaik untuk proyek ini.
“Masjid Agung ini akan menjadi ikon baru Kota Depok. Pemerintah siap menyediakan lahan yang layak dan strategis untuk mendukung pembangunan ini,” ungkap Wali Kota dalam pernyataan resminya.
Wali Kota Depok, Supian Suri, turut menanggapi isu yang berkembang terkait pembatalan pembangunan masjid di lahan SDN Pondok Cina (Pocin) 1. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk tidak menjadikan lahan tersebut sebagai lokasi masjid bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan masjid, melainkan bentuk penyelesaian atas situasi yang masih memicu pro dan kontra di masyarakat.
“Banyak pihak yang menganggap saya menggagalkan rencana pembangunan masjid di SDN Pondok Cina 1. Padahal, rencana itu baru dianggarkan tahun ini dan belum tuntas permasalahannya di lapangan. Masih ada pro dan kontra yang belum selesai,” ujar Supian, Kamis (24/7/2025).
Sebagai bentuk akomodasi terhadap kebutuhan umat, Supian mengatakan pihaknya tetap akan membangun musala di lokasi tersebut, yang bisa dimanfaatkan para pengendara dari arah Jakarta yang ingin menunaikan salat saat melintas ke Depok.
“Saya tidak ingin berpolemik. Namun kami tetap akomodir. Di area SDN Pondok Cina nanti akan ada musala bagi warga dan pengendara yang ingin salat,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa masjid-masjid yang telah ada di sekitar kawasan Margonda tetap dapat digunakan untuk kegiatan salat Jumat.
Adapun lahan SDN Pondok Cina 1 nantinya akan difungsikan sebagai rumah kreatif untuk anak-anak disabilitas. Supian menegaskan bahwa selama ini belum ada fasilitas khusus di Depok yang mewadahi potensi anak-anak istimewa tersebut secara serius.

“Mohon izin kepada warga Depok, saya memutuskan menggunakan SDN Pondok Cina 1 sebagai tempat untuk rumah kreatif anak istimewa. Ini adalah tempat bagi anak-anak kita belajar, berkreasi, dan menunjukkan kebolehan mereka,” tutupnya.
Pemerintah Kota Depok berupaya mengakomodasi kebutuhan semua pihak—baik dalam hal pembangunan masjid agung sebagai ikon kota, maupun perhatian terhadap kelompok masyarakat disabilitas—dengan tetap menjaga suasana kondusif dan mengedepankan maslahat bersama.
(Syahruddinsajada.id/)


