Fiqih
Beranda » Berita » Mengapa Perlu Memperingati Wafatnya Seseorang? Ini Alasannya

Mengapa Perlu Memperingati Wafatnya Seseorang? Ini Alasannya

Mengapa Perlu Mendoakan dan Memperingati Wafatnya Seseorang? Ini Alasannya 

sajada.id/–Orang yang sudah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya. Dia tak bisa lagi melakukan amal ibadah do dunia. Namun demikian, ada tiga hal yang pahala si mayit akan terus mengalir walaupun dia sudah wafat.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
"Bila anak cucu Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara. Yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh."

Memperingati dan mengadakan haul (peringatan tahunan wafatnya seseorang, khususnya ulama, wali, orang tua, atau anggota keluarga lainnya) adalah tradisi yang sudah lama dilakukan oleh umat Islam, khususnya di Nusantara. Berikut adalah manfaat memperingati dan haul orang yang telah meninggal dunia, baik dari segi agama, sosial, maupun spiritual:

KH Hasyim Asy’ari Tegur Menantunya soal Hasil Hisab Idul Fitri

1. Mendoakan dan Mengirim Pahala untuk Mayit

Doa, bacaan Al-Qur'an, sedekah, dan amal saleh yang dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal bisa bermanfaat dan meringankan beban mereka di alam kubur.
Ini berdasarkan hadits Nabi SAW:“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)

2. Menghidupkan Tradisi Dzikir dan Sholawat

Dalam haul biasanya diisi dengan dzikir, tahlil, pembacaan Al-Qur'an, dan sholawat, yang dapat menjadi sarana menumbuhkan keimanan dan kecintaan kepada Allah serta Rasulullah.

Jika Pohon Merambat ke Halaman Tetangga, Milik Siapa Buahnya?

3. Meneladani Kehidupan Almarhum

Haul bukan hanya momen mengenang, tapi juga untuk mengambil hikmah dari amal baik, perjuangan, dan keteladanan orang yang wafat—terutama jika haul itu untuk ulama atau tokoh masyarakat.

4. Mempererat Silaturahim

Kiai Mujib: Mau Berkah Harta, Berzakatlah

Haul menjadi momen berkumpulnya keluarga besar, kerabat, tetangga, dan masyarakat, sehingga dapat memperkuat ukhuwah dan hubungan sosial.

5. Media Dakwah dan Pendidikan Islam

Dalam haul sering diisi tausiyah atau pengajian, yang menjadi sarana dakwah, menambah ilmu, dan mengingatkan tentang akhirat (tazkiyah an-nafs).

6. Mengingat Kematian (Tazkiratul Maut)

BAZNAS: Gaji Rp.7.640.144,- per Bulan, Wajib Zakat

Haul menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan meninggal dan kembali kepada Allah, mendorong kita untuk memperbanyak amal dan meninggalkan maksiat.


7. Menyalurkan Sedekah dan Amal Jariyah

Biasanya haul disertai dengan sedekah, misalnya membagikan makanan, santunan yatim, atau wakaf. Ini bisa menjadi pahala jariyah untuk yang telah wafat dan keberkahan bagi yang masih hidup.

Pagar Nusa Depok Gelar Pengajian Ramadhan “Ngaji Kitab Kuning”


Catatan Penting:
Haul bukan kewajiban dalam syariat, tapi termasuk amalan mubah yang bernilai ibadah bila diniatkan dengan baik.

Sebaiknya dilakukan dengan sederhana, tidak berlebihan, dan fokus pada doa serta amal saleh, bukan sekadar acara seremonial.

(Syahruddinsajada.id/)

LBM NU Kota Depok: Rokok, Vape, dan Asap Dapat Membatalkan Puasa Jika Disengaja