Fiqih
Beranda » Berita » Segini Jumlah Air yang Digunakan Rasulullah Saat Berwudhu

Segini Jumlah Air yang Digunakan Rasulullah Saat Berwudhu

Setiap muslim hendaknya berhemat menggunakan air, apalagi saat mandi dan berwudhu.

Wudhu dan Penghematan Air

Oleh Syahruddin El Fikri

SAJADA.ID—Sahabat yang dirahmati Allah SWT.

Wudhu adalah ibadah yang sangat penting. Begitu pentingnya, Rasulullah SAW sampai bersabda:

Walimatul Ursy atau Minta Sumbangan?

لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Tidak akan diterima shalatnya seseorang bila dia berhadats, sampai dia berwudhu.” (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain, dikatakan:

Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW bersabda; “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak punya wudhu.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

Anak Lahir di Luar Nikah, Siapa Walinya?

Kalimat di atas menggambarkan kepada kita bahwa betapa pentingnya wudhu. Bukan hanya sebatas membasuh anggota tubuh yang wajib dibasuh, tetapi bagaimana meratakan air ke seluruh anggota badan yang wajib dibasuh tersebut.

Walaupun air yang harus diratakan ke seluruh anggota tubuh yang wajib dibasuh, seseorang harus tetap berhemat dalam menggunakan air. Ia tidak serta merta boros menggunakan air, bahkan ketika ia berwudhu di sungai atau di air mengalir sekalipun.

Baca Juga: Mau Sehat? Amalkan Ajaran Islam Berikut Ini

Kemenag Ingatkan Risiko Besar Nikah Tak Tercatat, Perempuan dan Anak Paling Rentan

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ، إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air).” (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325).

Dalam hadits lain disebutkan; “Dari Humran bahwa Utsman radhiyallahu ‘anhu meminta seember air kemudian beliau mencuci kedua tapak tangannya tiga kali kemudian berkumur memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya. Kemudian beliau membasuh wajarnya tiga kali membasuh tanggan kanannya hingga siku tiga kali kemudian membasuh tanggan kirinya hingga siku tiga kali kemudian beliau mengusap kepalanya kemudian beliau membasuh kaki kanannya hingga mata kaki tiga kali begitu juga yang kiri. Kemudian beliau berkata; “Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Anak Tanpa Nasab Ayah, Siapa Wali Nikahnya?

Pertanyaannya, berapakah satu muda itu? Dalam artikelnya Ust. Nasir Tajang yang dikenal dengan Dai Hijau, menyebutkan bahwa satu mud kurang lebih setengah liter atau kurang lebih (seukuran) memenuhi dua telapak tangan orang dewasa. Bagaimana dengan kita sekarang ketika berwudhu? Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2003), rata-rataseseorang berwudhu bisa menghabiskan air sebanyak lima (5) liter. Alangkah borosnya dan jauh dari teladan Rasulullah SAW.

Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim di atas, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, saat berwudhu hanya menghabiskan satu mud air (1/2 liter). Begitu hemat dan efektifnya beliau dalam menggunakan air saat berwudhu. Demikian pula ketika menggunakan air di luar ibadah.

Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman;

Tarawih: 8 atau 20 Rakaat?

اِنَّ الۡمُبَذِّرِيۡنَ كَانُوۡۤا اِخۡوَانَ الشَّيٰطِيۡنِ ؕ وَكَانَ الشَّيۡطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوۡرًا

Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra [17]: 27).

Betapa konsennya Rasulullah terhadap penghematan air, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad Rasulullah pernah menegur seorang sahabat yang bernama Sa’ad. Disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati Sa‘ad yang sedang berwudhu’, maka beliau mengatakan, “Jangan berlebihan!” maka Sa‘ad berkata, “Ya Rasulullah apakah ada berlebihan dalam masalah air?” Beliau berkata, “Ya, walaupun engkau berada pada sungai yang mengalir.”

Dalam hadis lain yang diriwayatkan Abu Dawud dari hadits ‘Abdullah bin Mughaffal mengingatkan adanya fenomena yang melampaui batas dalam berwudhu, dia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda:

Awas Salah Niat Shalat Witir

سَيَكُوْنُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ، قَوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِي الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ.

“Akan ada di umat ini suatu kaum yang melampaui batas (berlebihan) dalam bersuci dan berdoa.”

Lebih lanjut dikatakan Ust. Nasir Tajang, Rasulullah mencontohkan demikian, karena air memiliki posisi penting dalam kehidupan. Bahkan air adalah tulang punggung makhluk hidup, sementara manusia sebagai khalifah yang ditugasi dan paling bertanggung jawab atas ketersediaan air untuk segenap makhluk hidup di muka bumi ini.

“Lihatlah saat ini, terbukti dengan tidak memperhatikan pesan dan contoh dari Rasulullah tersebut, sekitar 10 persen manusia tidak dapat mengakses air bersih,” ungkapnya.

Nah sahabat, kita bisa bayangkan betapa tidak enaknya jika musim kemarau tiba. Sawah kekeringan, sungai tak lagi mengalirkan air, dampaknya sangat banyak. Tanaman sulit tumbuh, tanah menjadi gersang, dan kehidupan sehari-hari pun akan menjadi sulit. Sering kita saksikan, seseorang harus berjalan sekian kilometer untuk mendapatkan air bersih setiap hari. Mereka tak mempedulikan kesulitan yang ada. Yang terpenting bisa mendapatkan air bersih.

Gambaran ini harusnya menjadi pelajaran bagi kita untuk berhemat dalam menggunakan air, terlebih saat berwudhu. Sebab, mereka yang berlebih-lebihan adalah saudara dan sahabatnya setan. Na’údzubillah.

Demikianlah gambaran pentingnya menghemat air saat berwudhu. (sajada.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *