Hadits
Beranda » Berita » Lurusnya Iman Bergantung Pada Lurusnya Hati

Lurusnya Iman Bergantung Pada Lurusnya Hati

LURUSNYA IMAN BERGANTUNG LURUSNYA HATI

Sahabat yang dirahmati Allah SWT.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga lisannya. Sebab, lisan yang baik, akan menyelamatkan hatinya. Dan hati yang baik, akan menyelematkan imannya, dan itu ganda lurusnya keimanannya.

Pesantren Jurnalistik 2026 Digelar Gratis, Publik Diajak Belajar Menulis Berita

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda;

"Tiada lurus iman seorang hamba di hadapan Allah, kecuali lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya seorang hamba sehingga lurus lidahnya." (HR. Ahmad).

Berdasarkan hadits tersebut di atas, maka sesungguhnya iman itu tergantung pada kelurusan hatinya seseorang. Jika hati telah lurus, niscaya iman pun akan lurus.

Dan tanda lurusnya hati seseorang, sangat tergantung pada lurusnya lidah. Karena lidahnya (lisannya) seseorang itu dapat dipercaya dan dibenci, karena benar atau tidaknya lisan berkata.

Sawadul A’zham: Jalan Mayoritas di Atas Kebenaran

Untuk itulah, setiap manusia, khususnya kaum muslimin untuk menjaga lisannya, menjaga lidahnya dari perkataan-perkataan yang tak bermanfaat bahkan yang dapat merusak keimanannya.

Jagalah lidah, jangan sampai berkata bohong atau mengeluarkan kata-kata yang keji, atau merusak keimanan. Berkata bohong, memfitnah, dapat menyebabkan kehancuran diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya. Bahkan, gegara lisan pula, bencana besar dapat terjadi, seperti pembunuhan, peperangan, dan lain sebagainya.


Semoga Allah SWT menjaga lisan kita dari perkataan-perkataan dusta dan tak jujur, sehingga membuat hati kita menjadi lebih baik. Aamiin.

Ruwahan Akbar PRNU Rangkapan Jaya Baru: KH A. Fakhruddin Murodih Tegaskan Keberuntungan Umat Nabi Muhammad

Demikianlah sabda Nabi SAW tentang pentingnya menjaga hati. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam (Syahruddin El Fikri)

sajada.id/

(Sumber : Ensiklopedia Hadits Jilid III H.1720).

Makna dari Sya’ban Sebagai Bulan Mulia