Al Quran
Beranda » Berita » Viral, Polisi Mengaji

Viral, Polisi Mengaji

Viral, Polisi Ini Asyik Mengaji

Sahabat Rumah Berkah yang dirahmati Allah.

Melihat polisi bertugas di pos polisi, di jalan raya yang mengatur lalu lintas, maupun tugas-tugas lainnya, adalah hal biasa. Tapi yang dilakukan oleh polisi yang satu ini bisa disebut luar biasa.

Tarhib Ramadan, Kauny Dorong Budaya Menghafal Al-Qur’an Sepanjang Tahun

Bagaimana tidak, di saat bertugas menjaga pos polisi, karena tidak ada yang perlu dilakukan saat itu, maka polisi satu ini memanfaatkan waktu luang tersebut dengan membaca Al-Quran. Suaranya cukup merdu dan enak didengar. Bahkan, bacaannya juga sangat lancar.

Idham Cholid, Ketua Umum Jamaah Yasinan Nusantara (Jaya Nusa) menceritakan kisah tersebut. Kisah Idham Cholid diungkapkan sebagai berikut ini.

Pada Senin (28/8/2023), sekira pukul 11.30 WIB, saya mampir Mapolsek Kertek, Kab. Wonosobo. Ke Polsek, tentu ada perlunya. Tak sekadar main. Tapi soal keperluan itu, tak usah saya ceritakan di sini.

Yang menarik, ketika saya tengah ngobrol dengan dua orang "anggota" di sana, di ruang Kapolsek, sayup-sayup saya dengar lantunan ayat suci al-Quran dari ruang pelayanan (front office). Ternyata, seorang polisi tengah mengaji.

Al-Hasan dan Al-Husayn Talaqqi Al-Qur’an kepada Abu Abdirrahman As-Sulami

"Siapa itu pak, apa tiap hari begitu?" tanya saya.

"Itu Mas Fendi, pak," jawab Aipda Rifanto.

"Dia selalu memanfaatkan waktu luang untuk ngaji," Aiptu Handoko menimpali.

Tujuh Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Mas Fendi yang dimaksud adalah Bripka Fendi Triwibowo, SH. Dia Bhabinkamtibmas Desa Damarkasiyan, Kecamatan Kertek. Salah satu desa di kaki gunung Sindoro, Wonosobo.


Pria kelahiran 1987 itu berasal dari Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang. Desa yang terkenal dengan produksi tahu di Wonosobo. Masyarakat Desa Bumiroso juga dikenal religius. Di desa ini ada pesantren besar, dikenal sebagai pesantren anak-anak yang sudah cukup lama, yaitu Pesantren Siwatu. Ini juga pesantren tahfidz. Didirikan oleh al-maghfurlah KH. Ghozali Syihab. Sebagai penerus saat ini, salah satunya, putri beliau: Nyai Hj. Yulia Latifah.

Maka tak begitu heran sebenarnya jika mas Fendi begitu. Dia mungkin sekadar mengalihkan kebiasaan yang sudah dilakukan sejak remaja di kampungnya. Biasa ngaji, nderes al-Quran.

Namun ketika kebiasaan itu terbawa hingga kini, ketika sudah jadi polisi, dengan memanfaatkan waktu luang untuk mengaji, ini yang bagi saya menarik. Karena biasanya, waktu luang kita selama ini sekadar untuk main game, main catur dll, yang mungkin hanya kompensasi "membuang" waktu saja.

Utrujah: Perbedaan Mukmin dan Munafik Membaca Al-Quran

Polisi ngaji memang bukan bagian tupoksinya. Tugas polisi, kita tahu, menjaga keamanan, menegakkan hukum, juga mengayomi dan melindungi masyarakat. Justru, jika kegiatan mengaji itu sampai mengganggu tugasnya, ini sangat dilarang. Jelas berdosa.

Tapi saya lihat langsung, Mas Fendi segera menutup al-Quran yang tengah dibacanya itu saat ada warga yang datang minta dilayani. Pelayanan tetap dia utamakan. Setelah itu, dia lanjutkan ngaji lagi.

Berikut videonya: Viral Polisi Ngaji

Jangan Salah Berhenti Saat Membaca Al-Qur’an, Perhatikan Tandanya

Nah, itulah sepenggal kisah dari Mas Fendi, petugas polisi yang rajin membaca Al-Quran disela-sela tugasnya menjadi pelayan masyarakat. Ada istilah yang cukup menarik untuk disimak. LUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBACA ALQURAN, JANGAN MENUNGGU WAKTU LUANG BARU MAU MEMBACA ALQURAN.

Artinya, untuk membaca Al-Qur'an yang baik adalah dengan meluangkan waktu secara khusus. Bukan sebaliknya, menunggu waktu luang baru kemudian membaca Al-Qur'an. Dan inilah yang terjadi saat ini, banyak orang yang membaca Al-Qur'an karena baru ada waktu luang. Bukan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an, misalnya setiap habis Maghrib dia akan selalu membaca Al-Qur'an, apapun kesibukan yang menyertai, dia tak peduli, karena dia ingin membaca Al-Qur'an.

Seperti Aipda Fendi di atas, mungkin dia meluangkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an, bukan menunggu waktu luang tidak ada kesibukan baru membaca Al-Qur'an. Bagaimana dengan kita?

Bani Israel tak Bisa Masuk Palestina Karena Diazab Allah

Semoga diberi kemudahan dalam membaca dan mempelajari Al-Quran. (sya/RB)