Hadits
Beranda » Berita » Nekat Berhubungan Intim di Siang Hari Ramadhan, Lelaki Ini Mengaku Celaka

Nekat Berhubungan Intim di Siang Hari Ramadhan, Lelaki Ini Mengaku Celaka

Seorang laki-laki tergopoh-gopoh mendatangi Rasulullah atas sebuah larangan yang dilanggarnya. (foto: ilustrasi).

SAJADA.ID–Pada zaman Rasulullah SAW, ada sebuah keluarga yang sangat miskin. Saking miskinnya, tak ada orang yang lebih miskin dari mereka. Pakaiannya pun hanya yang ada di badannya, gubuknya sudah reot, dan makan pun susah.

Suatu hari pada bulan Ramadhan, keluarga miskin ini pun menjalankan ibadah seperti biasa yang dilakukan oleh umat Islam lainnya. Mereka juga mengetahui berbagai keutamaan dan kemuliaan Ramadhan. Mereka juga berusaha untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya, dan memperbanyak amalan dalam mengisi kemuliaan Ramadhan.

Dia juga telah mendengar ayat Al-Qur’an, yang menegaskan perintah dan larangan selama menjalankan ibadah puasa. Namun, pada suatu hari, di saat sedang berpuasa, timbul keinginan dan hasratnya terhadap istrinya. Karena besarnya godaan yang dihadapinya, ia pun akhirnya “berhubungan suami istri” di siang hari puasa Ramadhan itu.

Makna dari Sya’ban Sebagai Bulan Mulia

Setelah melaksanakan ‘kewajibannya’ itu, ia pun menyadari bahwa perbuatan itu dilarang. Maka, ia cepat-cepat mendatangi Rasulullah SAW di Majelis ilmu. Dengan tergopoh-gopoh, ia mengadukan dirinya kepada Rasul SAW, dan memohon ampun atas segala perbuatannya.

“Celaka aku, ya Rasulullah,” ujarnya.

Rasul bertanya: “Apa yang membuatmu celaka, hai fulan?”

Laki-laki itu pun menceritakan perbuatannya. “Aku berhubungan seksual dengan isteriku di siang hari di bulan Ramadhan.”

Jaga Silaturahim Agar Hidup Berkah, Pengajian MT. Balwan Depok

Maka, Rasul pun memerintahkannya untuk membayar kafarat (denda), yakni dengan membebaskan budak. “Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak?” tanya Rasul.

“Tidak, aku tidak punya uang,” jawabnya.

Rasul bertanya; “Apakah kamu sanggup berpuasa dua bulan berturut-turut?”

Wamenag RI Nilai Kebijakan Depok Perkuat Madrasah, Supian Suri Dijuluki “Bapak Madrasah”

“Tidak, ya Rasul. Satu bulan saja, saya tidak kuat dan akhirnya melakukan perbuatan itu, apalagi jika sampai dua bulan,” jawabnya.

Rasul kemudian memerintahkannya, untuk memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang. “Apakah kamu sanggup memberi makan 60 orang fakir miskin?”

“Tidak sanggup, ya Rasulullah. Karena kami orang miskin,” ujar laki-laki itu.

Lalu dibawakan ke hadapan Rasulullah SAW, sebuah keranjang kurma. “Ambillah kurma ini, untuk kamu sedekahkan kepada fakir miskin.”

Rumah Berkah dan Panitia Indonesia Berzikir Salurkan Donasi untuk Korban Aceh-Sumatra melalui BAZNAS

Kemudian, orang itu menjawab lagi. “Adakah orang yang lebih miskin dariku? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di Barat atau Timur kecuali aku, ya Rasulullah.”

Mendengar penuturan laki-laki itu, maka tersenyumlah Rasulullah SAW hingga terlihat giginya. Beliau pun bersabda: “Ya sudah, bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu.” (HR Bukhari No 1936, Muslim No 1111, Abu Dawud No 2390, Tirmidzi No 724, An-Nasai No 3115 dan Ibnu Majah No 1671, dari Abu Hurairah RA).

(Syahruddin El Fikri)

Kitab Tajul Arus: Kitab Tasawuf Praktis Jalan Menuju Allah

Jurnalis sajada.id, Khadimul Rumah Berkah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *