News
Beranda » Berita » Terungkap, Begini Cara Mengenali Berita Hoaks

Terungkap, Begini Cara Mengenali Berita Hoaks

Terungkap, Begini Cara Mengenali Berita Hoaks

sajada.id/–Tahukah Anda dari mana berita yang Anda baca berasal? Berikut cara kenali berita hoaks dan menghentikan penyebarannya – serta cara mendukung berita yang benar.

Pertanyaan itulah yang menjadi inti dari kampanye terbaru untuk membantu meningkatkan literasi berita di kalangan warga Amerika.

Langganan Surat Kabar atau Media Online Terpercaya Kampanye 'Dukung Berita yang Benar' dari News Media Alliance bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting berita yang diproduksi oleh organisasi berita yang bereputasi dan terpercaya, kata Presiden dan CEO News Media Alliance, David Chavern.

Forkabi Depok Gelar Pengajian Akbar, Perkuat Ukhuwah Jelang Bulan Suci Ramadhan

Kampanye 'Dukung Berita yang Benar' ini mengajak masyarakat untuk mendukung media berita yang benar dengan berlangganan dan membaca sumber berita terpercaya yang diproduksi oleh jurnalis terlatih. Bukan berarti media yang bisa Anda baca dengan gratis buruk, tapi dengan berlangganan paling tidak mengurangi resiko berita palsu.

Menurut Menurut Gerard Ryle, jurnalis Irlandia-Australia, produk jurnalistik begitu banyak dan salah satunya adalah investigasi. Berita investigasi adalah yang paling sensitif dan sulit dipercaya banyak orang karena terkadang menyembunyikan narasumber. Contohnya Panama Papers, hanyalah salah satu contoh peran penting jurnalis yang bermanfaat untuk masyarakat demokratis.

“Di Pakistan, misalnya, sudah hampir 18 bulan sejak Panama Papers pertama kali dipublikasikan dan kita masih melihat dampaknya di sana. Perdana Menteri terpaksa mengundurkan diri dan terus diawasi."

“Terdapat pula gelombang perubahan legislatif, investigasi resmi yang sedang berlangsung, dan diskusi publik penting berdasarkan kinerja jurnalis dan mitranya di seluruh dunia.”

ICMI: Jadikan Budaya Nusantara Islam Jadi Ikon Budaya Indonesia Moderen

Dari sini kita bisa tahu bahwa berita tersebut benar sehingga ada yang mengundurkan diri dari jabatannya. Artinya, meski tidak bisa kita kenali dalam hitungan detik tapi sebuah proses mengajarkan orang-orang bahwa berita mempengaruhi pengawasan pemerintah hingga satu tokoh menyerah.

Wakil Presiden Inovasi News Media Alliance, Michael MaLoon, mengatakan digitalisasi berita membuat pembaca jauh lebih sulit membedakan antara berita asli dan berita palsu.

“Itulah mengapa penting untuk mengetahui tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai yang mungkin mengindikasikan bahwa suatu berita tidak nyata."

MT Balwan Gelar Isra Mi’raj dan Santunan Yatim

Bagaimana cara mengenali berita palsu?

Berikut beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai:

1. Jangan mudah percaya. "Apakah beritanya begitu keterlaluan sampai-sampai Anda tidak percaya?" Mungkin sebaiknya Anda tidak mempercayainya. "Hargai suara hati Anda yang berkata, 'Apa?'" tulis Steve Inskeep dari NPR.

2. Kenali reputasi perusahaan media yang Anda akses. Terkadang hal ini disebabkan oleh bias media, tetapi umumnya harus selalu ada lebih dari satu organisasi yang melaporkan suatu peristiwa, tulis asisten profesor komunikasi dan media Merrimack College, Melissa Zimdars.


3. Apakah tulisan itu lulus uji editor? Beberapa media menyebutkan editor dan reporter setiap mempublikasikan satu berita, tapi beberapa tidak. Berita yang mencantumkan editor biasanya sudah dipertanggungjawabkan oleh editor yang bekerja. Mereka sudah cek faktanya, rekaman suara narasumber, foto/ dokumentasi dan bagaimana reporter merangkai kata.

Festival Ramadhan, Kolaborasi Republika Penerbit, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pasaraya Blok M

– Kekinian: Kapan diterbitkan?

– Relevansi: Apakah dibuat untuk audiens yang tepat?

– Otoritas: Siapa yang menulisnya?

14 Travel Haji Umrah Ikuti Danamon Syariah Travel Fair 2024

– Akurasi: Apakah bukti didukung oleh data?

– Tujuan: Mengapa dokumen ini dibuat dan apakah ada bias yang mendasarinya?

4. Cari tahu aspek penting lainnya:

Muslimat NU Bagi-Bagi Takjil

– Apakah Anda tahu publikasi ini?

– Bagaimana dengan penulisnya?

– Google adalah teman Anda, manfaatkan untuk mencari tahu jurnalis dan riwayat perusahaan media tersebut.

(Adsajada.id/)