SAJADA.ID, DEPOK — Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, S.Kom, menyerahkan sejumlah bantuan untuk Masjid Jami Ar-Rahman, Rawadenok. Ia juga mengingatkan warga agar mengawasi penggunaan dana pembangunan sebesar Rp300 juta per RW.
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) tingkat Kota Depok. Kegiatan berlangsung di Masjid Jami Ar-Rahman, Rawadenok, RT 05 RW 01, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Tarling digelar usai shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Kita Bangun Kota Depok yang Maju”.
Dalam sambutannya, Chandra menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat. Menurutnya, pembangunan harus diawasi bersama agar tepat sasaran.
“Dana Rp300 juta per RW harus diawasi penggunaannya. Pastikan benar-benar sesuai kebutuhan warga. Kalau ada penyimpangan, silakan dilaporkan,” ujar Chandra.
Pada kesempatan itu, Pemkot Depok menyerahkan bantuan Rp25 juta untuk operasional masjid. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung kegiatan ibadah dan kemakmuran Masjid Jami Ar-Rahman.
Selain itu, diberikan juga bantuan Rp2,5 juta untuk marbot dan guru ngaji. Bantuan ini ditujukan bagi mereka yang selama ini aktif melayani umat di lingkungan sekitar masjid.

Chandra juga menyampaikan program BPJS gratis selama satu tahun. Program itu diperuntukkan bagi pengurus masjid dan marbot.
Tak hanya bantuan tunai, Pemkot Depok juga menyerahkan satu set sound system. Bantuan ini untuk menunjang kegiatan ibadah, dakwah, dan syiar Islam di masjid.
Dalam bidang pendidikan, Chandra meminta warga memanfaatkan program Rintisan Sekolah Swasta (RSS). Program itu tersedia untuk jenjang SMP dan MTs secara gratis bagi warga kurang mampu.
“Sekarang sudah ada Rintisan Sekolah Swasta untuk SMP dan MTs gratis. Tolong dimanfaatkan betul. Khususnya untuk warga yang ekonominya benar-benar tidak mampu. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah,” katanya.

Ia juga mengungkap rencana pembangunan rumah murah bagi warga berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Skema angsurannya disebut sekitar Rp700 ribuan per bulan.
Dalam tausiyah singkatnya, Chandra mengajak jamaah mengoptimalkan 10 hari terakhir Ramadhan. Ia menilai fase akhir Ramadhan adalah waktu terbaik memperbanyak ibadah dan amal saleh.
“Sepuluh hari terakhir Ramadhan harus benar-benar dimanfaatkan untuk beribadah. Amalan sunnah dinilai seperti amalan wajib. Sedangkan amalan wajib dilipatgandakan pahalanya,” tuturnya.
Chandra juga mengajak jamaah mendoakan umat Islam di Timur Tengah. Ia secara khusus menyinggung Palestina serta konflik yang berdampak luas pada dunia Islam dan ekonomi global.

“Kita doakan saudara-saudara kita di Timur Tengah, khususnya Muslim Palestina. Semoga perang segera berhenti. Dampaknya sangat luas, bukan hanya bagi ibadah umat Islam di sana, tetapi juga terhadap ekonomi dunia, termasuk Indonesia,” ungkapnya.
Sejumlah Pejabat
Kegiatan Tarling ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh. Di antaranya Ketua DPRD Kota Depok, unsur Kapolres Depok yang diwakili Wakapolres Akmal, dan perwakilan Dandim.
Hadir pula unsur PT Taspen dan PT Tirta Asasta. Selain itu, tampak Camat Pancoran Mas Mustakim dan para lurah se-Kecamatan Pancoran Mas.
Turut hadir Ketua MUI Kecamatan Pancoran Mas Arif Rahman Hakim. Hadir juga Ketua RW 01 Rawadenok Uu Supriatna, Ketua LPM Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, serta unsur Forkopimda Kota Depok.
Jumlah jamaah diperkirakan mencapai 250 hingga 300 orang. Mereka terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan kalangan remaja.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusias. Jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khusyuk.
Tarling tingkat Kota Depok ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahim antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, Tarling menjadi ruang penyampaian program-program strategis. Warga pun diajak ikut mengawal pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama.
(Nasir Yusuf/PRNU RJB)






Komentar