
Sebuah Peradaban Berawal dari Ide Kecil Orang-orang Cerdas
Oleh Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I*
sajada.id/–Ada beberapa cara untuk menemukan sebuah ide yang cemerlang. Mulai dari duduk santai sambil sambil menikmati pahitnya kopi, membaca situasi dari setiap kejadian, membaca banyak buku, artikel, hasil penelitian hingga bergabung dengan komunitas atau mencari inspirasi dari media sosial terpercaya. Selain itu, dengan mengamati lingkungan sekitar, sambil jalan-jalan, dan tak takut mencoba hal-hal baru.
Secara umum ide adalah bagaimana seseorang dapat memunculkan sebuah pemikiran baru untuk tujuan tertentu. Dimana pemikiran baru tersebut diperoleh dari proses mencari, menganalisa atau mendapatkan begitu saja dari suatu kejadian.
Dalam kajian filsafat, Ide (gagasan) pada umumnya mengacu pada visualisasi mental suatu objek tertentu. Selain itu, ide juga bisa berupa konsep abstrak yang tidak mewakili gambaran mental.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ide diartikan sebagai rancangan yang tertata dalam pikiran; atau perasaan yang sepenuhnya menutupi pikiran.
Simpulnya dari uraian tersebut di atas, ide adalah sesuatu yang muncul dari pemikiran, saran, keinginan, yang kemudian dikomunikasikan atau didengarkan. Dan, juga dapat didefinisikan sebagai persepsi yang ada dalam pikiran sebagai hasil dari pemahaman mental, kesadaran atau tindakan.
Pentingnya menghadirkan ide dalam setiap kesempatan yang kita miliki adalah sebuah bagian dari upaya penyikapan hidup yang serba kompleks. Pentingnya menghadirkan ide ini, Albert Einstein pernah menyatakan: "Ide adalah benih kreativitas.
Bahkan yang paling sederhana, bisa tumbuh menjadi revolusi."
Ibarat dalam dunia tumbuhan (flora) setiap benih kecil, tertanam potensi yang bisa mengubah keajaiban dunia.
Akan tetapi benih itu bisa tumbuh menjadi pohon, jika ada yang merawat, menunggu dengan sabar dan percaya diri akan adanya siklus alam tersebut.
Dalam suatu kajian filsafat Stoik disebutkan, bahwa setiap hal besar lahir dari suatu hal kecil yang mengalami proses yang cukup panjang dan ditunjang adanya pengendalian diri yang sudah mengakar.
Termasuk dalam hal ini, untuk memunculkan sebuah ide diperlukan ketekunan, keheningan, dan keberanian untuk dikembangkan menjadi suatu gebrakan membangun peradaban manusia.
Satu hal penting, terkadang banyak orang menunggu momen besar dulu, padahal yang dibutuhkan hanyalah satu ide kecil terlebih dulu, kemudian diperjuangkan dengan keyakinan besar dan tekad yang kuat.
Sebagai mode pengingat bersama, kreativitas bukan hanya milik mereka yang jenius, Akan tetapi juga menjadi milik mereka yang bersedia menanam dan menyirami ide-ide tersebut menjadi suatu gebrakan besar mewujudkan peradaban manusia menjadi lebih baik.
Ingat dalam sejarah peradaban manusia, kehadiran revolusi di belahan dunia seringkali berawal dari pemikiran yang dianggap remeh-temeh.
Dan, menjadi suatu perangkat dalam kepemimpinan tertentu, para pemimpin sejati adalah mereka yang bisa melihat masa depan dengan penuh percaya diri. Bahkan tak luput terkadang munculnya ide ini dari satu kata di kertas kosong menjadi bidang keilmuan yang terpatenkan dan mampu mengubah dunia.
Semoga Bermanfaat….
*Ketua Program Studi dan Dosen PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Poltek Pelayaran Surabaya; Pengurus Lembaga Takmir Masjid PCNU Sidoarjo; Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Krembung.





