
Sahabat Rasul Ini Gagal Jadi Orang Miskin
Oleh Syahruddin El Fikri
Sahabat Rumah Berkah yang dirahmati Allah SWT.
Setiap manusia pasti bercita-cita menjadi orang kaya, harta berlimpah, rumah mewah, kendaraan bagus, dan lain sebagainya. Sebaliknya, ada sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) yang justru meminta sebaliknya, yakni menjadi orang miskin.
Ya, Namanya adalah Abdurrahman bin Auf. Dia terkenal sebagai orang yang sangat kaya di kalangan sahabat Muhajirin. Berasal dari Kota Makkah, ia adalah saudagar kaya raya, nan dermawan. Tetapi ketika berhijrah dari Makkah ke Madinah, seluruh harta kekayaannya ia tinggalkan.
Dia pun kemudian mengikuti Rasulullah SAW dan mencari tempat usaha baru di Madinah. Ketika yang lain sibuk mencari tempat tinggal, Abdurrahman bin Auf justru meminta ditunjukkan lokasi pasar. Ia bermaksud melakukan perniagaan di pasar tersebut.
Baca Juga:
Agar Berkah, Berikut Ini Doa Masuk dan Keluar Rumah
Dahsyatnya Doa Seorang Pemburu
Singkat cerita, dia pun akhirnya berdagang hingga akhirnya menjadi orang yang kaya raya di Madinah. Selain kaya, ia juga dikenal sangat dermawan. Kekayaannya seolah tak pernah habis. Dia sedekahkan pagi hari, sore sudah kaya lagi. Sore dia sedekahkan, malam dia dapat lagi. Malam dia bersedekah, pagi harinya dia sudah kaya raya lagi.
Akhirnya pada suatu hari, dia mendengar ada orang yang mau menjual kurma busuk. Dia pun membeli kurma busuk itu dengan harga yang sangat mahal. Banyak sahabat-sahabatnya keheranan dengan apa yang dilakukan Abdurrahman bin Auf. Mereka menganggap, Abdurrahman bin Auf telah menjadi orang yang bodoh.
Sebaliknya, bagi Abdurrahman bin Auf, dia merasa beruntung. Sebab, dengan cara itu dirinya berharap, harta kekayaan segera habis hingga dirinya menjadi orang yang miskin. Hal itu dilakukannya karena dirinya ingin seperti doa yang disampaikan Rasulullah SAW, yakni hidup dalam keadaan miskin, wafat dalam keadaan miskin, dan dimasukkan ke dalam surga bersama-sama dengan orang miskin.
Baca Juga:
Agar Berkah, Berikut Ini Doa Masuk dan Keluar Rumah
Dahsyatnya Doa Seorang Pemburu
Lanjut….
Selain itu, Abdurrahman bin Auf juga ingin membuktikan kepada Rasulullah SAW bahwa dirinya dapat masuk surga dalam keadaan miskin. Dalam sebuah hadis dikatakan, Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada Abdurrahman bin Auf, bahwa dirinya akan masuk surga terakhir disebabkan ia terlalu kaya. Orang kaya akan banyak ditanya tentang kekayaannya, dari mana harta didapat dan ke mana harta tersebut diberikan.
Atas dasar inilah, maka Abdurrahman bin Auf berusaha menghabiskan hartanya dengan cara yang sesuai syariat Islam, tidak boros dan juga tidak menghambur-hamburkan harta. Maka sesuai Perang Tabuk, dirinya mendapat kabar ada orang yang mau menjual kurma busuk, dirinya pun bermaksud membelinya, walau harganya mahal.
Maka akhirnya Abdurrahman membeli kurma busuk itu dengan harga yang luar biasa mahal hingga lima kali lipat dari kurma biasa, kendati dia mendapat cemoohan dari sahabat-sahabatnya.
Si pemilik kurma busuk itu gembira karena kurmanya laku keras, dan Abdurrahman bin Auf pun gembira, karena dirinya akan menjadi orang miskin.
Tetapi, disinilah rencana Allah bekerja. Manusia punya rencana, Allah punya rencana, dan rencana Allah itulah yang pasti terlaksana.
Tak berapa lama, tiba-tiba datang rombongan dari Yaman, utusan raja. Mereka sedang mencari kurma busuk. Sebab, saat itu di Yaman sedang terjadi wabah penyakit menular, dan menurut saran para dokter (tabib), obat yang cocok adalah kurma busuk. Karena itu, mereka bermaksud membeli dan memborong kurma busuk milik Abdurrahman bin Auf, dengan harga 10 kali lipat dari kurma biasa.
Akhirnya, niat Abdurrahman bin Auf untuk menjadi orang yang miskin, gagal terlaksana. Kekayaannya bukan berkurang, sebaliknya bertambah banyak dan dirinya menjadi semakin kaya raya.
Artikel Terkait:
Doa Agar Rumah Selalu Diberkahi
Setan Menyesal Menggoda Manusia Karena Mereka Membaca Doa Ini
Benarlah firman Allah dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 22. “Wahai manusia, di langit ada rezeki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian.” (QS. Adz Dzariat, 22)
Harta yang disedekahkan dan diberikan kepada fakir miskin, maka dia akan terus bertambah-bertambah dan makin bertambah.
Semoga kisah ini bermanfaat dan dapat kita teladani, serta dijadikan pelajaran. Wallahu a’lam. (sya/RB).
Artikel Menarik Lainnya Silakan Klik pada Link di bawah ini:
Tempat Bersejarah di Dunia Islam
Ulasan Seputar Buku dan Kitab Klasik
Cerita Abu Nawas dan Humor Lucu
Silakan beri komentar atas berita ini, dan monggo dibagikan bila bermanfaat.
Terima kasih.


