Humor
Beranda » Berita » Saat Adzan Subuh Jamaah Sepi, Giliran Adzan Jam 9 Pagi Dianggap Gila

Saat Adzan Subuh Jamaah Sepi, Giliran Adzan Jam 9 Pagi Dianggap Gila

Ilustrasi: seorang muadzin sedang mengumandangkan adzan.

SAJADA.ID–Sahabat yang dirahmati Allah. Profesi muadzin adalah salah satu kelompok yang dimuliakan Rasulullah. Termasuk juga marbot masjid, yakni mereka yang mengurusi masjid.

Sebab, mereka merupakan orang pertama yang paling lama berada di masjid dibandingkan jamaah lainnya.

Mereka membersihkan masjid dan mengumandangkan adzan di saat orang masih di rumah, dan marbot baru pulang dari masjid menuju rumah ketika jamaah sudah berada di rumah masing-masing.

Bagi Tukang Cukur Ini, Tuhan itu Tak Ada

Berikut ini ada salah satu humor yang sering diceritakan para da’i tentang profesi marbot atau muadzin.

Dikisahkan, ada seorang muadzin dengan kesadaran tinggi, di pagi hari sekitar pukul 09.00, tiba-tiba dia mengundangkan adzan. Masyarakat yang mendengarnya menjadi riuh. Ada apakah gerangan hingga muadzin berani-beraninya mengumandangkan adzan pada saat itu.

Kesal dengan suara yang didengar karena bukan pada waktunya, sejumlah warga beramai-ramai mendatangi masjid. Sesampainya di masjid mereka memarahi sang muadzin dan mengecapnya sebagai orang yang gila. Mereka pun dengan sadar sesadar-sadarnya melakukan hal itu dan memukul sang muadzin.

“Dasar muadzin gila,” teriak dan umpat mereka beramai-ramai.

Pahala Berlipat Ganda Bagi Orang yang Membersihkan Kotoran di Masjid

“Muadzin tak tahu diuntung,” seru yang lain.

Singkat kata, sang muadzin babak belur. Dalam setengah sadar setelah dipukuli itu, muadzin memberikan bantahannya.

“Sebenarnya yang gila itu siapa, saya atau kalian,” ungkapnya.

Keutamaan Mengumandang Azan

“Ya, kamu yang gila. Masak adzan jam 9,” kata seseorang.

Sang muadzin balas menjawab: “Sebenarnya yang gila itu kalian semua. Saya adzan di waktu Subuh, kalian nggak ada yang datang ke masjid untuk shalat. Tetapi saat saya mengumandangkan adzan pukul 09.00, kalian beramai-ramai datang ke masjid. Padahal kalian tahu, ini bukan waktunya shalat. Berarti yang gila itu adalah kalian semua,” cetus sang muadzin.

Mendengar bantahan sang muadzin, maka menunduklah orang-orang yang tadi menuduh muadzin gila. Mereka merasa malu atas perbuatannya. Mereka menyadari bahwa apa yang dikatakan sang muadzin benar. Karena saat adzan Subuh, mereka tak ada yang ke masjid.

Setelah mendengar penjelasan itu, maka warga yang tadi memukulinya meminta maaf atas perbuatan yang mereka lakukan pada sang muadzin.

Soal Pengeras Suara, Ketua MUI: Aturannya Tidak Boleh Kaku

(Syahruddin El Fikri/sajada.id/)