Home > Al Quran

Jika Tulisan Al-Qur'an Hilang, Bagaimana Kalian Akan Membacanya?

Akan datang suatu masa, Islam hanya tinggal namanya, Al-Qur#039an tinggal tulisannya, dan masjid-masjid kosong.

Jika Tulisan Al-Qur'an Hilang, Bagaimana Kalian Akan Membacanya?

.

Oleh Syahruddin El Fikri

SAJADA.ID--Sahabat yang dirahmati Allah SWT. Ada seorang ulama yang hafiz Al-Qur'an dan terkenal sangat mutqin (kuat hafalannya) bagi santri atau murid-muridnya. Keahlian sang ulama sangat luar biasa.

Hal itu dibuktikan dengan kemampuan santri atau alumninya yang hafiz Al-Qur'an dan juga sangat mutqin. Karena itu, santri atau murid-muridnya sangat senang dibimbing oleh sang guru.

Para santri itu kini telah tersebar ke berbagai tempat dan daerah untuk mengajarkan hal serupa, yakni Al-Qur'an kepada masyarakat dan anak didik mereka.

Suatu hari, tiga orang santri menemui sang guru. Mereka dipanggil karena sang guru ingin mendidik mereka lebih bersemangat lagi dalam menghafal dan menjaga Al-Qur'an, serta mengajarkan kepada murid-murid yang dibimbing sang santri.

Tiga santri ini dipanggil secara bergantian. Mereka akan diuji kembali oleh sang guru terkait hafalan mereka. Santri pertama, sebut saja namanya Hasan, datang dengan penuh semangat menemui sang guru. Setelah memberikan penghormatan dan mencium tangan sang guru, sang santri dipersilakan menempati kursi yang telah disiapkan.

Sang santri pun harap-harap cemas, kendati dalam hafalan Al-Qur'an dia cukup mumpuni. Tetapi berjumpa dengan sang guru membuatnya tampak gugup.

Sang guru memulai pembicaraan dan kemudian mempersilakan Hasan untuk bersiap membacakan beberapa ayat Al-Qur'an. Sebelum Hasan disuruh membaca, Sang Guru memberikan sebuah mushaf. Hasan yang yakin dengan hafalannya, awalnya menolak menerima mushaf dari Sang Guru, namun Sang Guru memaksanya untuk menerima.

Saat Hasan membuka mushaf yang diberikan Sang Guru, betapa kagetnya Hasan. Ia tersenyum melihatnya karena ternyata mushaf itu hanya berupa dummy, yakni kertas kosong dan dijilid seperti Al-Qur'an.

Hasan bertanya kepada Sang Guru. "Wahai guru, bagaimana aku akan membacanya sementara tulisannya tidak ada," ujarnya tersenyum.

Sang Guru tetap memintanya untuk membaca pada halaman yang telah terbuka, namun Hasan mengatakan bahwa ia tidak tahu apa yang akan dibacanya.

Mendapati keraguan dan kebingungan Hasan, Sang Guru kemudian berkata: "Wahai anakku, apakah betul kamu tidak bisa membacanya?" Hasan pun mengiyakannya.

Atas hal ini, Sang Guru kemudian berkata kepadanya.

× Image