Home > Agama

Saat KH Hasyim Asyari Menegur Pakar Ilmu Falak

Organisasi Nahdlatul Ulama memiliki banyak pakar dan ahli dalam bidang ilmu falak (astronomi/hisab/rukyat).

Saat KH Hasyim Asy’ari Menegur Pakar Ilmu Falak

Kisah ini banyak beredar di kalangan warga nahdliyyin (Nahdlatul Ulama/NU). Bahkan banyak yang menjadikannya sebagai bahan untuk selalu mawas diri, walaupun seseorang ahli dalam bidang tertentu dan keilmuan khusus. Dan ulama-ulama NU banyak yang menguasai ilmu falak ini.

Antara lain KHR Ahmad Dahlan Al-Falaki Al Tarmasi (adik kandung Syekh Mahfuzh Al-Tarmasi), KH Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi Kudus, KH Maksum Ali Jombang, KHR Ma’mun Nawawi Cibogo-Cibarusah Bekasi, KH Zubair Umar Salatiga, KH Misbachul Munir Magelang, KH Ahmad Ghazalie Masroeri, KH Muhammad Manshur atau Guru Manshur Jakarta, KH Noor Ahmad, KH Ghozali Muhammad, dan lainnya.

Baca Juga: Jangan Lupa Baca Doa Ini Saat Terjadi Gerhana Matahari

Nah, KH Maksum Ali Jombang, dikenal sebagai seorang ahli falak (astronomi) atau perhitungan bulan. Beliau diakui memiliki ilmu yang jarang dimiliki masyarakat umum. Dan beliau juga banyak menulis kitab tentang ilmu falak. Sudah menjadi kelaziman bagi ahli falak untuk melakukan puasa dan lebaran sesuai hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi/melihat hilal)-nya sendiri.

Ceritanya, pada suatu hari sesuai dengan hasil perhitungannya, Kiai Maksum Ali memutuskan untuk ber-Idul Fitri sendiri yang ditandai dengan menabuh bedug bertalu-talu. Mendengar keriuhan itu, sang mertua, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari kaget.

Setelah tahu duduk perkaranya, ia menegur, “Hei, bagaimana kau ini, belum saatnya lebaran kok bedug-an duluan?” Mendapat teguran dari mertuanya itu Kiai Maksum segera menjawab dengan tawadhu (hormat).

“Inggih (iya) romo kiai, saya melaksanakan Idul Fitri sesuai dengan hasil hisab yang saya yakini ketepatannya.”

“Soal keyakinan ya keyakinan, itu boleh dilaksanakan. Tetapi jangan woro-woro (diumumkan dalam bentuk tabuh bedug), bahkan mengajak tetangga segala,” ucap Kiai Hasyim Asy’ari.

“Tetapi bukankah pengetahuan ini harus diikhbarkan (dikabarkan), Romo?” tanya Kiai Maksum Ali.

Baca Juga: Jangan Lupa Baca Doa Ini Saat Terjadi Gerhana Matahari

× Image