SAJADA.ID, DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Spirit Isra Mi’raj, Membangun Kota Depok yang Inklusif dan Humanis Menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.”
Wali Kota Depok Supian Suri hadir langsung dalam acara tersebut bersama Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur. Peringatan Isra Mi’raj ini juga menghadirkan penceramah KH. Manarul Hidayah serta diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga dari berbagai majelis taklim.
Dalam sambutannya, Supian Suri menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung pesan penting tentang kepemimpinan, amanah, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam kebijakan pembangunan kota.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang ketaatan kepada Allah, amanah dalam kepemimpinan, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai inilah yang menjadi dasar kami dalam membangun Depok sebagai kota yang inklusif dan humanis,” ujar Supian.

Ia memaparkan sejumlah program unggulan Pemkot Depok, di antaranya pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda sebagai upaya mengurai kemacetan di Jalan Raya Sawangan, penguatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan, pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) di Kelurahan Pondok Cina, serta alokasi anggaran Rp. 300 juta per RW untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.
Supian menegaskan, kebijakan tersebut selaras dengan konsep baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik, sejahtera, dan mendapat ampunan Allah SWT.
Konsep tersebut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat tinggal mereka, yaitu dua kebun di sebelah kanan dan kiri. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah dari rezeki Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.’” (QS. Saba’: 15)
Shalat dan Fondasi Akhlak
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Manarul Hidayat menjelaskan bahwa Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga membawa pesan transformasi sosial. Salah satu hikmah terbesar dari Isra Mi’raj adalah perintah shalat sebagai fondasi pembentukan akhlak dan peradaban umat.
“Shalat yang lahir dari peristiwa Isra Mi’raj seharusnya membentuk pribadi yang jujur, adil, dan peduli. Jika shalat seseorang baik, maka kehidupan sosial dan kepemimpinannya juga akan baik,” tutur KH. Manarul Hidayat.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Ia juga menekankan pentingnya sikap inklusif dan humanis dalam kehidupan bermasyarakat dengan meneladani Rasulullah SAW, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
KH. Manarul Hidayat berharap, semangat Isra Mi’raj dapat menjadi energi spiritual bagi masyarakat dan aparatur pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama agar Kota Depok senantiasa diberkahi, dijauhkan dari berbagai musibah, serta mampu mewujudkan masyarakat yang religius, adil, dan sejahtera.
(Syahruddin/sajada.id)



Komentar