Hadits
Beranda » Berita » Peringatan Rasulullah: Enam Penyakit Umat di Akhir Zaman

Peringatan Rasulullah: Enam Penyakit Umat di Akhir Zaman

Ust. H. Syahruddin El-Fikri, S.Ag, dai dan jurnalis serta penulis buku Sehat dengan Wudhu. (dok. sajada.id)
Table of Contents

SAJADA.ID— Kerusakan sebuah negara bukanlah semata-mata disebabkan oleh kesalahan dalam memimpin atau keliru dalam memilih pemimpin, melainkan juga disebabkan oleh jauhnya perilaku rakyat yang dipimpin atau umat dari ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam kajian rutin Majelis Taklim Rumah Berkah, Ust. H. Syahruddin El Fikri mengingatkan jamaah tentang enam penyakit berbahaya yang bisa menimpa umat Islam di akhir zaman. Peringatan ini bersumber dari hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ – وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ – لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ. (رواه ابن ماجه)

Artinya: “Wahai kaum Muhajirin, ada lima perkara bila kalian ditimpa dengannya—dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya:(1) Tidaklah perzinaan merajalela pada suatu kaum hingga mereka berani menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit tha’un dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah menimpa orang-orang sebelum mereka.(2) Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan ditimpa paceklik, kesulitan hidup, dan kezhaliman penguasa atas mereka.(3) Tidaklah mereka menahan zakat, kecuali akan ditahan hujan dari langit, dan kalau bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan sama sekali.(4) Tidaklah mereka melanggar perjanjian Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan menimpakan musuh dari luar yang mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka.(5) Dan tidaklah para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah, memilih sebagian dari hukum Allah, kecuali Allah menjadikan permusuhan di antara mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah, no. 4019)

Ramadan 2026, BAZNAS RI Gaungkan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”

Enam Penyakit yang Menghancurkan Umat

Menurut Ust. Syahruddin, hadits ini memberikan peringatan bahwa penyakit sosial dan moral yang menimpa umat bukanlah sekadar masalah duniawi, tetapi juga akibat dari kelalaian spiritual.

1. Perzinaan diumbar secara terang-terangan.

“Saat maksiat tidak lagi malu dilakukan, maka Allah timpakan bala berupa penyakit menular yang sulit diobati. Ini bisa kita lihat pada zaman sekarang,” jelasnya.

Makna dari Sya’ban Sebagai Bulan Mulia

2. Kecurangan dalam timbangan dan perdagangan

Perilaku curang mengundang murka Allah berupa krisis pangan, kesulitan ekonomi, bahkan kezhaliman penguasa.

3. Enggan menunaikan zakat

Jaga Silaturahim Agar Hidup Berkah, Pengajian MT. Balwan Depok

“Zakat bukan hanya ibadah, tapi juga solusi sosial. Kalau ditinggalkan, keberkahan hilang, bahkan hujan bisa ditahan oleh Allah,” tegas Ust. Syahruddin.

4. Mengkhianati perjanjian Allah dan Rasul-Nya. Akibatnya, umat Islam akan dikuasai musuh dari luar, baik secara militer, politik, maupun ekonomi.

5. Tidak berhukum dengan Al-Qur’an

Ketika hukum Allah ditinggalkan, permusuhan dan konflik internal akan merajalela.

Wamenag RI Nilai Kebijakan Depok Perkuat Madrasah, Supian Suri Dijuluki “Bapak Madrasah”

6. Permusuhan sesama umat

Inilah akibat dari hilangnya pegangan pada Kitabullah: umat tercerai-berai, kehilangan kekuatan, dan mudah dilemahkan.

Ust. Syahruddin El Fikri menegaskan bahwa solusi dari semua penyakit ini adalah kembali mengingat Allah. “Kalau umat mau selamat, jangan jauh dari Al-Qur’an. Perbanyak dzikir, taubat, tunaikan zakat, dan perkuat ukhuwah. InsyaAllah Allah turunkan keberkahan dari langit dan bumi,” ujarnya.

Rumah Berkah dan Panitia Indonesia Berzikir Salurkan Donasi untuk Korban Aceh-Sumatra melalui BAZNAS

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)

Kajian yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan doa bersama agar Allah melindungi umat dari enam penyakit akhir zaman, serta menjaga persatuan dan keistiqamahan kaum Muslimin.

“Semoga kita tidak hanya jadi umat yang mendengar, tapi juga mengamalkan pesan Nabi ﷺ dalam kehidupan nyata,” pungkas Ust. Syahruddin.

Dukung Dakwah Wartawan, Anggota DPRD Depok Serahkan Karpet untuk Majelis Taklim Balai Wartawan

(SFR/sajada.id)