Agama
Beranda » Berita » Pemimpin Seperti Ini yang Akan Dilindungi Allah

Pemimpin Seperti Ini yang Akan Dilindungi Allah

Pemimpin yang Adil akan mendapatkan perlindungan di Hari Kiamat.

Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan atau naungan dari Allah di hari kiamat nanti.

Oleh Syahruddin El Fikri

sajada.id/—Sahabat yang dirahmati Allah SWT.

Tangani Aduan Jemaah, Kementerian Haji dan Umrah Kedepankan Mediasi dan Musyawarah

Pemimpin adalah orang yang diikuti oleh rakyat atau bawahannya. Pemimpin yang baik, niscaya rakyat atau orang yang dipimpinnya juga akan baik. Sebaliknya, bila pemimpin itu zalim, tidak peduli akan nasib orang yang dipimpinnya, maka dia akan mendapatkan kecelakaan nantinya di hari kiamat.

Umat Islam percaya, hari kiamat itu pasti terjadi. Dan percaya kepada hari Kiamat, merupakan bagian dari rukun iman. Hari kiamat akan menjadi pembalasan bagi orang-orang yang beramal, baik amal baik maupun amal yang buruk. Amal yang baik akan mendapatkan balasan kebaikan berupa pahala dan surga. Sebaliknya, amal yang buruk akan mendapatkan balasan keburukan dan siksa neraka.

Pemimpin juga mendapatkan balasan di hari kiamat nanti. Pemimpin seperti apakah yang akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT di hari kiamat nanti?

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda;

Ramadan 2026, BAZNAS RI Gaungkan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari).

Baca Juga: Lurusnya Iman Bergantung pada Lurusnya Hati

Dalam hadits di atas disebutkan, golongan pertama yang akan mendapatkan perlindungan atau naungan dari Allah SWT di hari kiamat nanti adalah imam yang adil. Imam adalah pemimpin. Dan imam yang dimaksud dalam hadits di atas adalah pemimpin yang adil. Pemimpin yang melaksanakan amanah dengan baik, tidak mendahulukan kepentingan pribadi, kelompok atau golongannya. Ia akan mengutamakan kepentingan rakyatnya.

BKM Nururrahman Gelar Peringatan Malam Nisfu Sya’ban

Baca Juga: Malaikat Berebut Mencatat Amal Orang Ini

Pemimpin dalam maksud hadits ini secara umum adalah seorang yang mempunyai kekuasaan besar seperti raja, presiden atau yang mengurusi urusan kaum Muslimin. Dan adil, maksudnya adalah seorang pemimpin yang tunduk dan patuh dalam mengikuti perintah Allâh Azza wa Jalla dengan meletakkan sesuatu pada tempatnya, tanpa melanggar atau melampaui batas dan tidak menyia-nyiakannya.


Keadilan seorang pemimpin yaitu dengan menegakkan kalimat-kalimat Allah, melaksanakan amanah Allah, mendekatkan masyarakat yang dipimpinnya semakin dekat kepada Allah. Ia tidak melakukan pengkhianatan kepada amanah yang diembannya. Juga tidak berkhianat kepada orang yang telah memberikan amanah kepadanya.

Jika seorang imam, pemimpin, raja, atau presiden, menteri, tidak berlaku adil, maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya memerintahkan umat untuk bersabar. Fenomena yang kita lihat, jika ada seorang imam, penguasa atau pemimpin yang melakukan kesalahan, maka banyak orang yang berusaha untuk menjatuhkannya, mencoba meng-impeach-nya, dan setelah imam atau pemimpin jatuh, mereka berlomba untuk memperebutkannya dengan menggantinya.

Sekjen Kemenag: Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama Jadi Prioritas

Baca Juga: Keutamaan Sayyidul Istighfar

Islam tidak melarang seseorang menjadi pemimpin. Sebab, pada hakikatnya, semua orang adalah pemimpin. “Kalian semua adalah pemimpin dan akan ditanyakan tentang kepemimpinannya.” (Kullukum ra`in wa kullukum mas`ulun ‘an ra`iyatihi).

Dan pemimpin yang akan dilindungi oleh Allah di Hari Kiamat nanti adalah pemimpin yang adil. Wallahu a’lam. (sajada.id/)

Gas Pol! Lazisnu Depok Tancap Gas, Rintisan UPZIS MWCNU Cipayung Mulai Magang Fundraising

 

Kirimkan artikel keislaman Anda ke redaksi sajada.id/ melalui email: infosajada.id@gmail.com

Terima kasih.

JATMAN Depok Gelar Istighotsah Sambut Satu Abad Masehi NU