SAJADA.ID, BANTUL — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Sudan (PCIM Sudan) menggelar program Berbagi Kado Ramadan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pesantren Ainul Yaqin, Bantul, Yogyakarta, Ahad (8/3/2026) yang bertepatan dengan 19 Ramadan 1447 H.
Kegiatan sosial ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian khusus sekaligus memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Sekitar 400 peserta menghadiri kegiatan tersebut, yang terdiri dari panitia, para santri, serta masyarakat sekitar pesantren. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah unsur organisasi dan masyarakat, di antaranya perwakilan PCM Tepus, PRM Karang Tengah, PCIM Sudan, PCIM Pakistan, tim 249 Photo Video, serta tokoh masyarakat di sekitar pesantren.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terbagi dalam dua agenda utama, yaitu pelatihan media sosial dan pengajian Ramadan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara panitia, santri, dan masyarakat yang hadir.
Pada sesi pelatihan media sosial, tim dari 249 Photo Video memberikan materi mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan penyebaran informasi positif. Para peserta diajak memahami bagaimana media sosial dapat digunakan secara kreatif untuk menyebarkan pesan kebaikan serta meningkatkan kesadaran sosial di masyarakat.
Sementara itu, dalam pengajian Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Shaman, Lc, para peserta diingatkan agar menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperbanyak amal kebajikan kepada sesama.
Pimpinan Pesantren Ainul Yaqin, Abi Guru Isma, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan serta pelatihan media yang diberikan. Harapan kami, pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan media sebagai sarana dakwah dan penyebaran informasi yang positif,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, PCIM Sudan melalui Lazismu Sudan juga menyalurkan berbagai bantuan kepada pesantren dan para penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa 1.330 kilogram beras, dua unit kamera, satu unit telepon genggam, serta perlengkapan media dakwah seperti mikrofon, tripod, dan lighting yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan dakwah dan produksi media.
Secara keseluruhan, total donasi yang berhasil disalurkan dalam kegiatan ini mencapai sekitar Rp37 juta. Selain itu, PCIM Sudan juga merencanakan penyaluran bantuan lanjutan berupa sekitar 200–300 kilogram beras pada bulan berikutnya.
Ketua PCIM Sudan, Rif’an, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pesantren dan para santri.
“Peralatan media dakwah yang disalurkan hari ini semoga dapat menjadi sarana syiar dakwah yang berkelanjutan sehingga kebermanfaatan pesantren terus hidup. Adapun bantuan beras yang kami salurkan diharapkan dapat membantu ketahanan pangan pesantren,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan pesantren diharapkan dapat mengembangkan wakaf pertanian produktif, sehingga kebutuhan konsumsi para santri tidak lagi bergantung pada bantuan, tetapi dapat dipenuhi secara mandiri.
Program Berbagi Kado Ramadan sendiri merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun pada bulan Ramadan. Tahun ini menjadi kali pertama kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara PCIM Sudan, PCIM Pakistan, dan 249 Photo Video.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
(Harif/)






Komentar