SAJADA.ID, JAKARTA — Di tengah penguatan industri keuangan syariah nasional, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin resmi dipercaya masuk jajaran Komisaris Independen BSI. Restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menjadi penanda semakin besarnya ruang bagi tokoh muda Nahdliyin di sektor ekonomi syariah.
Persetujuan itu diberikan setelah Addin dinyatakan lolos penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh OJK. Dengan keputusan tersebut, Addin efektif menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sejak 11 Maret 2026.
Manajemen BSI menyebut, pengangkatan Addin tertuang dalam salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK. Perseroan juga memastikan perubahan susunan dewan komisaris tidak mengganggu operasional maupun kelangsungan usaha perusahaan.
“Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK menerangkan bahwa OJK menyetujui Addin Jauharudin menjadi Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk,” tulis manajemen BSI dalam keterbukaan informasi, Senin (16/3/2026).
Masuknya Addin ke jajaran komisaris BSI menambah sorotan terhadap keterlibatan tokoh muda dari kalangan organisasi Islam dalam penguatan sektor keuangan syariah. Apalagi, BSI saat ini menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dan salah satu pilar utama pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Komisaris Independen
Addin bukan nama baru di lingkungan korporasi dan BUMN. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Ia juga tercatat pernah menjadi Komisaris Independen di PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Garam (Persero). Pengalaman itu dinilai menjadi bekal penting dalam menjalankan fungsi pengawasan di tubuh BSI.
Selain berkiprah di dunia korporasi, Addin saat ini aktif sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor periode 2024–2029. Kombinasi pengalaman organisasi dan penugasan di sejumlah BUMN menjadi nilai tambah dalam memperkuat peran strategisnya di bank syariah pelat merah tersebut.
(SFR/sajada.id)






Komentar