
Masih Betah Menjomlo? Yuk Nikah, Rezekimu Sudah Menanti
Oleh Syahruddin El Fikri
Sahabat yang dirahmati Allah SWT.
Allah SWT dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam (SAW) mendorong umat manusia, khususnya umat Islam agar segera menikah bagi mereka yang sendirian (jomlo). Sebab rezeki telah disediakan oleh Allah bagi mereka yang menikah.
Dalam Al Qur'an surah An Nur ayat 32 dijelaskan; orang yang menikah akan diberikan jalan tambahan rezeki. Karena itu, bagi jomlo yang sudah siap, maka tidak usah khawatir akan rezeki, karena dari pernikahan itu Allah akan memberikan rezeki untuknya.
وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur; 32).
Keterangan ini diperkuat dalam hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ: يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ, فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ, وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ, وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
Dari Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada kami, “Wahai para pemuda, siapa yang sudah mampu menafkahi biaya rumah tangga, hendaknya dia menikah. Karena hal itu lebih menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa, karena puasa dapat meringankan syahwatnya." (Muttafaqun Alaih).
Bukannya tanpa alasan Allah menyuruh hambanya yang sudah sampai tahap matang untuk segera menikah. Di dalam pernikahan itu sendiri terselip berbagai rezeki setelah menikah yang telah siap diberikan Allah bagi hamba-Nya yang bertakwa.
Terkait dengan keraguan dan kekhawatiran yang karenanya seseorang jadi tidak kunjung menyegerakan pernikahan padahal telah memiliki calon pasangan, tak perlu khawatir. Allah sudah menjanjikan untuknya.
Jika Allah SWT telah berjanji seperti demikian, akankah manusia masih juga ragu? Apabila janji dari Dzat yang Maha Benar ini telah begitu jelas tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an, lalu mengapa mesti ada kekhawatiran dan keraguan untuk segera menikah?
Padahal sudah memiliki calon pasangan untuk menikah. Bila sudah demikian, jalan keluarnya adalah dengan melakukan ikhtiar. Bila ikhtiar sudah ditempuh, maka langkah berikutnya adalah melengkapinya dengan doa.
Percayalah bahwa Allah SWT tak pernah ingkar janji akan rezeki dan rahmat yang diberikan bagi para hamba-Nya yang bertakwa, termasuk rezeki setelah menikah. Adalah suatu kewajiban bagi kita untuk meyakini janji Allah.
(sajada.id/)
email: infosajada.id@gmail.com





