
Masa Depan Sejati Menurut Syekh Ali Thontowi
sajada.id/–Masa depan, itulah kata yang biasa digaung-gaungkan semua orang. Semua ingin masa depannya kelak menjadi lebih baik. Begitulah yang umum dipahami.
Intinya, masa depannya kelak pastinya ingin hidup kaya raya, harta berlimpah, hidup bahagia, kendaaran mewah, dan rumah yang luas dan megah, anak-anak bahagia, istri cantik dan sopan. Begitulah masa depan yang diharapkan.
Ada lagi yang berkata ketika ditanya cita-cita dan keinginannya di masa depan: "Hidup kaya raya, dan masuk surga."
Anggapan serupa juga dialami oleh seorang besar. Namanya Syekh Ali Thontowi. Beliau juga ingin meraih masa depan seperti yang digambarkan selama ini. Kaya, hidup mewah, dan harta berlimpah.
Beliau bercerita: "Aku sekolah dasar demi masa depan! Lalu orang-orang berkata kepadaku : Lanjutkanlah sekolah ke tingkat menengah pertama demi masa depan!
Dan selesai menamatkan pendidikan sekolah dasar, kata Syekh Ali Thontowi, mereka kemudian berkata : Lanjutkanlah sekolah ke tingkat menengah atas demi masa depan!
Begitulah harapan dan ungkapan mereka. Mereka tidak ingin melihat diriku menjadi susah. Maka akupun disarankan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Mereka berkata lagi: "Lanjutkanlah pendidikan ke jenjang sarjana demi masa depan!"
Selesai pendidikan sarjana, orang-orang berkata lagi padaku: "Carilah pekerjaan demi masa depan!"
Selepas aku bekerja, orang-orang kembali menyarankan: "Menikahlah demi masa depan!" Lalu, mereka juga memerintahkan padaku. "Milikilah anak keturunan demi masa depanmu."
Begitulah kata yang sering diungkapkan: Demi Masa Depan. Semua demi masa depan.
"Dan beginilah hari ini, aku menulis renungan sementara usiaku sudah menginjak 77 tahun dan aku pun masih menunggu masa depan itu."
"Masa depan laksana sehelai kain berwarna merah yang diletakkan di atas kepala banteng yang terus dikejar tanpa mampu menggapainya. Karena ketika engkau telah mencapai masa depan, maka masa depan itu akan berubah menjadi masa kini. Masa kini pun akan berubah menjadi masa lalu. Kemudian engkau menghadapi masa depan yang baru lagi."
Kapan dan bagaimanakah masa depan iru? Setelah memahami intisari dan melewati berbagai tantangan dan rintangan selama ini, kata Syekh Ali Thontowi, ia menyadari.
"Sesungguhnya, masa depan yang sejati adalah saat engkau membuat Allah SWT Ridho, selamat dari Api Neraka-Nya, dan masuk ke dalam Surga-Nya. Itulah masa depan sejati," ujarnya.
Masa depan, kata beliau, bukanlah harta benda, pangkat atau kedudukan, kendaraan mewah atau rumah yang megah, anak banyak atau istri (pasangan) yang cantik. Atau suami yang tampan.
"Masa depan itu adalah bagaimana membuat Allah ridha pada dirimu."
Semoga bermanfaat.
(Syahruddin El Fikrisajada.id/)





