SAJADA.ID, JAKARTA–Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) melepas 171 mahasiswa Kafilah Dakwah (KAFDA) dalam seremoni di Auditorium H.M. Rasyid Kementerian Agama RI, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Program bertema “Menyatu dalam Ukhuwah, Menyebar dalam Dakwah” ini merupakan agenda wajib mahasiswa semester 6 STID Mohammad Natsir selama Ramadan. Seluruh dai itu ditempatkan di 31 lokasi, termasuk Aceh dan Sumatra Barat.
Ketua LPM STID Mohammad Natsir, Dr. Lukman Masa, menjelaskan KAFDA menjadi bagian kaderisasi dakwah meski masih menghadapi keterbatasan pendanaan.
“Kegiatan ini membutuhkan biaya sebesar 1,3 M yang telah terkumpul dana sebesar Rp. 455 juta. Dengan segala keterbatasan ini, kami berharap kafilah dakwah ini tetap bersemangat menyebarkan syiar islam,” ujarnya.
Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiraji, menegaskan kaderisasi dilakukan bertahap, mulai dari pembinaan asrama, pengabdian masjid, hingga pengabdian dua tahun pasca-lulus di wilayah pedalaman.
Hal itu, ungkapnya, sejalan dengan pemikiran Mohammad Natsir tentang masjid sebagai pusat perubahan umat. Dan hal ini hendaknya menjadi perhatian dari seluruh kader dai kafilah dakwah DDII ini.
Program ini berdampak luas: memperkuat kader dai, memberi pengalaman lapangan mahasiswa, membantu masyarakat terutama di daerah 3T yang kekurangan dai, serta menjadi basis pengembangan dakwah berkelanjutan bagi DDII dan kontribusi ketahanan bangsa.

Mewakili Kementerian Agama, H. Muhammad Fuad Nasar mengapresiasi konsistensi DDII dan STID dalam menyiapkan dai yang berdakwah sesuai kebutuhan umat dan menyentuh akar persoalan.
Penguatan makna dakwah juga disampaikan Wakil Ketua Umum DDII, Dr. Ahmad Misbahul Anam, yang menegaskan dai harus hadir sebagai “tabib umat”, bukan sekadar penceramah.
DDII berharap para mahasiswa Kafilah Dakwah mampu menjadi pendamping umat, memperkuat ukhuwah, menghadirkan solusi nyata, serta membawa dampak positif bagi masyarakat.
(Ummu Ahya Gyanti/Staf Pengajar STID Mohammad Natsir)



Komentar