Istighotsah secara bahasa berarti memohon pertolongan. Dalam praktik keagamaan, istighotsah adalah doa bersama atau munajat kepada Allah untuk memohon keselamatan, kemudahan, dan pertolongan dalam berbagai keadaan, baik urusan dunia maupun akhirat.
Sejak awal telah dipahami bahwa istighotsah adalah upaya memohon pertolongan kepada Allah ﷻ. Tidak hanya ketika menghadapi persoalan dunia, tetapi juga sebagai bekal keselamatan di akhirat. Manusia adalah makhluk yang lemah dan penuh keterbatasan, sehingga memohon keselamatan kepada Allah merupakan sebuah keniscayaan.
Dari tujuan utama tersebut, dapat dipahami beberapa keutamaan istighotsah sebagai berikut:
1. Berorientasi Jangka Panjang: Dunia dan Akhirat
Keistimewaan pertama istighotsah adalah orientasinya yang tidak hanya terbatas pada urusan dunia, tetapi juga akhirat. Setiap manusia tentu menginginkan keselamatan, baik untuk hari ini maupun untuk kehidupan setelah mati.
Istighotsah mengajarkan bahwa pertolongan sejati hanya datang dari Allah. Dengan demikian, seseorang tidak hanya memikirkan penyelesaian masalah sesaat, tetapi juga memohon keselamatan iman, husnul khatimah, serta kebahagiaan abadi di akhirat.
2. Mengikis Ego dan Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Keutamaan kedua adalah kemampuan istighotsah dalam melembutkan hati dan mengurangi sifat egois. Dalam istighotsah, doa tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, dan seluruh kaum muslimin.
Di tengah fenomena kehidupan modern yang sarat dengan kemaksiatan, perjudian, kekerasan, dan berbagai bentuk kejahatan, istighotsah menjadi sarana untuk memohon hidayah dan perbaikan bagi sesama. Dengan demikian, istighotsah membentuk pribadi yang peduli terhadap keselamatan dan kemanfaatan orang lain.
3. Menumbuhkan Ketenangan dan Ketenteraman Hati
Hati yang tenteram adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Dalam istighotsah, lantunan doa dan wirid yang dibaca berulang-ulang menghadirkan suasana khusyuk dan kedekatan dengan Allah.
Keadaan ini memberi dampak psikologis dan spiritual:
- Hati menjadi lebih tenang
- Pikiran lebih jernih
- Jiwa lebih kuat menghadapi ujian
Implikasinya sangat terasa ketika seseorang menghadapi kesulitan dan persoalan hidup. Ia tidak mudah putus asa karena merasa selalu berada dalam lindungan dan pertolongan Allah.
4. Doa sebagai Investasi Tanpa Rugi
Doa adalah investasi yang tidak pernah merugi. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang berdoa dan memohon kepada-Nya. Setiap doa yang dipanjatkan tidak akan sia-sia.
Pengabulan doa memang memiliki waktu dan cara yang berbeda-beda:
- Bisa dikabulkan segera
- Bisa ditunda pada waktu terbaik
- Bisa diganti dengan kebaikan lain
- Bisa menjadi penolak bala
Namun yang pasti, tidak ada satu pun doa yang benar-benar hilang tanpa makna di sisi Allah.
5. Sarana Datangnya Pertolongan Allah di Saat Mendesak
Dalam kondisi tertentu, manusia membutuhkan pertolongan cepat karena terhimpit keadaan. Istighotsah menjadi salah satu jalan untuk mengetuk pintu rahmat Allah.
Dengan istiqamah dan kesungguhan, istighotsah dapat menjadi sebab turunnya kemuliaan dan pertolongan dari Allah. Konsistensi dalam berdoa, disertai keyakinan yang kuat, akan melahirkan kekuatan spiritual yang luar biasa dalam menghadapi keadaan apa pun.
Syarat Mendapatkan Keutamaan Istighotsah
Untuk memperoleh hasil dan keistimewaan istighotsah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang mustaghits (orang yang memohon pertolongan):
- Niat yang ikhlas semata-mata karena Allah.
- Keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa.
- Konsistensi dalam amal saleh, tidak hanya rajin berdoa tetapi juga memperbaiki perbuatan.
- Menjaga akhlakul karimah, karena doa yang diiringi perilaku tercela akan melemahkan nilai spiritualnya.
Jangan sampai lisan terus berdoa, tetapi amal lahiriah tetap dalam keburukan. Istighotsah harus selaras dengan ikhtiar nyata dan perbaikan diri.
Penutup
Istighotsah bukan sekadar ritual, melainkan bentuk pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah dan keyakinan akan kekuasaan-Nya. Ia mengajarkan ketergantungan total kepada Sang Pencipta, sekaligus membentuk pribadi yang peduli, sabar, dan penuh harapan.
Dengan istighotsah, seorang hamba tidak hanya mencari solusi sesaat, tetapi juga menanam benih keselamatan untuk kehidupan dunia dan akhirat.
(Syahruddin/sajada.id)



Komentar