
Inilah Keutamaan Istighfar Sebelum Subuh
Istighfar sebelum subuh menjadi Kunci Ampunan dan Keberkahan.
Oleh Syahruddin El Fikri
sajada.id/ – Istighfar (memohon ampun kepada Allah) merupakan salah satu ibadah hati dan lisan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, terdapat satu waktu istimewa yang memiliki keutamaan luar biasa untuk memperbanyak istighfar, yakni sebelum waktu subuh, tepatnya pada waktu sahur atau akhir malam.
Hal ini ditekankan oleh para ulama, termasuk Ustadz Adi Hidayat (UAH), dalam berbagai kajian tafsir dan ceramah beliau.
Ciri Orang Bertakwa
Allah Swt. menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang bertakwa senantiasa memanfaatkan waktu akhir malam untuk memohon ampun:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan pada waktu-waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 18)
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan kebiasaan para hamba yang dicintai Allah, yang menghidupkan akhir malam dengan tahajud dan ditutup dengan istighfar. Waktu sahur disebut secara khusus karena ia merupakan waktu paling mustajab untuk memohon ampunan.
Dalam penjelasannya, UAH menekankan bahwa istighfar pada waktu sahur adalah identitas orang bertakwa, yang berpotensi mendatangkan ampunan dan keberkahan hidup.
Istighfar: Penghapus Dosa dan Pelancar Rezeki
Dalam ceramahnya, UAH mengutip pula firman Allah dalam Surah Nuh:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan lebat dari langit kepadamu, dan Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai." (QS. Nuh: 10–12).
Menurut Ustadz Adi Hidayat, ayat ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya menghapus dosa, tapi juga mengundang pertolongan Allah dalam bentuk rezeki, keturunan, dan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, memperbanyak istighfar terutama sebelum subuh menjadi kunci keberkahan hidup.
Turunnya Rahmat di Akhir Malam
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرِ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟
“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni.” (HR. Bukhari No. 1145, Muslim No. 758).
Hadis ini menjadi penegasan bahwa sepertiga malam terakhir adalah saat paling dekat dengan rahmat Allah. Dalam banyak kajian, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa inilah waktu terbaik untuk istighfar, karena Allah sendiri “menawarkan” ampunan kepada hamba-hamba-Nya.
Kebiasaan Para Nabi dan Ulama Salaf (Terdahulu)
Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ sendiri tidak pernah melewatkan waktu malam tanpa istighfar, bahkan dalam kondisi beliau yang sudah maksum (terjaga dari dosa). Beliau beristighfar lebih dari 70 kali sehari (HR. Bukhari No. 6307), dan banyak dilakukan di waktu malam atau pagi menjelang subuh.
Demikian pula para ulama salaf, seperti Hasan al-Bashri, Imam Ahmad, dan Imam Syafi’i, menjadikan istighfar sebagai amalan utama di akhir malam, sebagai bentuk ketundukan dan harapan ampunan dari Allah.
Istighfar Sebelum Subuh: Bekal Ketenangan Jiwa
Dalam salah satu kajian tematiknya, Ustadz Adi Hidayat mengatakan:
“Orang yang membiasakan istighfar sebelum subuh akan merasakan kelapangan hati, kemudahan dalam rezeki, dan ketenangan yang luar biasa, karena saat itu ruhani kita sedang paling bersih dan Allah paling dekat dengan kita."
Oleh sebab itu, Ustadz Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk membiasakan bangun sebelum subuh, walau hanya 10–15 menit sebelumnya, untuk sekadar duduk, merenung, dan mengucapkan:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ…
Karena bisa jadi, satu istighfar di waktu tersebut lebih berat timbangannya daripada istighfar seribu kali di siang hari.
Penutup
Istighfar sebelum subuh bukan sekadar ritual ibadah, tapi pintu pembuka rahmat Allah. Ia adalah zikir yang ringan namun penuh keberkahan, terutama jika dilakukan pada waktu-waktu yang Allah cintai. Mari kita hidupkan waktu sahur kita dengan istighfar, sebagai bentuk kesungguhan untuk mendekat kepada Allah, menggapai ampunan-Nya, dan memohon limpahan rezeki-Nya.
وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ
“Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?” (QS. Ali Imran: 135). (sajada.id/)
Referensi:
1. Al-Qur'an Surah Adz-Dzariyat ayat 18
2. Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10–12
3. HR. Bukhari No. 1145, Muslim No. 758 (tentang turunnya Allah di sepertiga malam)
4. HR. Bukhari No. 6307 (istighfar Nabi 70 kali sehari)
5. Kajian Ustadz Adi Hidayat: “Keutamaan Istighfar di Waktu Sahur”, kanal Adi Hidayat Official
6. Tafsir Ibn Katsir, Tafsir al-Qurthubi (penjelasan ayat istighfar)
www.sajada.id


