SAJADA.ID—Dalam hidup ini, manusia selalu berada antara dua hal: kebutuhan akan pertolongan dan ketidakmampuan memenuhi hajatnya sendiri. Karena itu, para ulama menyarankan agar seorang hamba memperbanyak menyebut nama Allah yang menggambarkan luasnya kasih sayang-Nya, yakni doa:
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
“Wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”
Doa ini menjadi salah satu dzikir yang sangat agung sebagaimana dijelaskan oleh ulama dalam Sirājut Thālibīn karya Syaikh Ibrahim al-Baijuri (Juz 1, hal. 184–185). Berikut keutamaan pentingnya:
1. Allah Tidak Pernah Jemu Memberi Kepada Hamba yang Memohon
Dalam Sirājut Thālibīn dijelaskan:
لَا يَغُرُّهُ كَثْرَةُ السَّائِلِيْنَ وَلَا يَمَلُّ إِلْحَاحَهُمْ
“Allah tidak tertipu oleh banyaknya permintaan para pemohon, dan tidak bosan terhadap desakan mereka.” (Sirājut Thālibīn, 1/184)
Artinya, semakin seorang hamba memohon, semakin besar karunia Allah mendatanginya. Dzikir ini menjadi ketukan paling lembut pada pintu rahmat-Nya yang tak pernah tertutup.
2. Menghapus Dosa Masa Lalu dan Melindungi dari Bahaya Masa Depan
Masih dalam teks yang sama dijelaskan doa:
أَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ فَاغْفِرْ لِيْ مَا مَضَى وَأَجِرْنِيْ مِمَّا بَقِيَ
“Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Maka ampunilah aku atas apa yang telah berlalu dan lindungilah aku dari apa yang masih akan terjadi.” (Sirājut Thālibīn, 1/184)
Dengan kalimat ini, seorang hamba meletakkan seluruh urusan hidupnya kepada Allah: masa lalu, masa kini, dan masa yang belum ia ketahui.
3. Pintu Rahmat Allah yang Mencakup Langit dan Bumi
Syaikh al-Baijuri seraya mensyarah hadits Nabi ﷺ menegaskan bahwa rahmat Allah:
وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“Meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf: 156)
Dan,
إِنَّ رَحْمَتَهُ سَبَقَتْ غَضَبَهُ
“Sesungguhnya kasih sayang Allah mendahului kemurkaan-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka menyebut Allah dengan sifat Arhamar Rahimin adalah bentuk paling kuat untuk meraih curahan rahmat yang meliputi seluruh semesta.
Dzikir ya Arhamar Rahimin ini juga merupakan doa dari Nabi Musa Alaihissalam (AS) dan Nabi Ayub AS.

Doa ini senantiasa dibaca oleh Nabi Ayub AS sampai akhirnya Allah SWT memberikan kesembuhan padanya.
Pun demikian halnya dengan Nabi Musa AS. Beliau tak henti-hentinya berdoa dengan menggunakan dzikir tersebut

Pendapat Ulama
Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an:
مَنْ دَعَا اللَّهَ بِصِفَاتِ الرَّحْمَةِ لَمْ يُخَيِّبْهُ اللَّهُ أَبَدًا
“Siapa yang berdoa kepada Allah dengan menyebut sifat-sifat rahmat-Nya, Allah tidak akan mengecewakannya selamanya.” (Al-Qurthubi, Tafsir 7/223)
Sementara itu, Imam Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir menegaskan:
الرَّحْمَةُ هِيَ السَّبَبُ الْأَعْظَمُ لِدُخُولِ الْجَنَّةِ
“Rahmat Allah adalah sebab terbesar masuknya seseorang ke dalam surga.” (Fathul Qadir, 2/421)
Semua ini menunjukkan bahwa memanggil Allah dengan sifat Arhamar Rahimin adalah amalan yang menghubungkan kita langsung dengan pintu rahmat-Nya yang terluas.
Waktu dan Amalan yang Dianjurkan
Para ulama ahli dzikir menyebutkan:
– Dibaca 1000 kali pada tengah malam, setelah shalat malam dan menjelang sahur.
– Malam adalah waktu ketika Allah menyeru hamba-hamba-Nya:
هَلْ مِنْ تَائِبٍ فَأَتُوبَ عَلَيْهِ، هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ؟
“Adakah orang yang bertobat, maka Aku menerima tobatnya? Adakah orang yang memohon ampun, maka Aku ampuni?” (HR. Muslim)
Mengamalkan dzikir ini saat sunyi malam adalah bentuk harapan tertinggi seorang hamba akan cinta Allah.
Kisah Ulama Dalam Mengamalkan Dzikir “Ya Arhamar Rahimin”
Dikisahkan, seorang murid bertemu gurunya yang tampak selalu tenang dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Ia bertanya: “Apa amalan yang engkau jaga sehingga hatimu begitu lapang?” Sang guru menjawab, “Aku tidak pernah meninggalkan dzikir Ya Arhamar Rahimin setiap malam. Karena aku yakin tidak ada rahmat lain yang dapat kuharap selain rahmat-Nya.” Sejak itu sang murid turut mengamalkannya, dan ia merasakan perubahan besar: dadanya menjadi lebih lapang, dan urusan-urusannya dimudahkan Allah.
Dalam riwayat para wali Allah di masa lalu, disebutkan bahwa salah seorang salihin pernah jatuh dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Ia kemudian menekuni wirid Ya Arhamar Rahimin sebanyak 1000 kali setiap tengah malam. Belum genap empat puluh hari, pintu rezeki terbuka dari arah yang tidak ia sangka. Ia menangis seraya berkata: “Aku tak pernah sangka Allah sedekat ini.”
Seorang ulama besar dari kalangan ahli hadits pernah ditanya apa rahasianya sehingga doanya mudah dikabulkan. Ia menjawab: “Setiap kali aku meminta, aku dahulukan memanggil-Nya dengan sifat rahmat-Nya: Ya Arhamar Rahimin.” Karena orang yang mengetuk pintu Sang Maha Pengasih dengan penuh harap, mustahil dibiarkan kembali tanpa karunia.
Dzikir “Ya Arhamar Rahimin” adalah doa penuh harap seorang hamba yang tak berdaya tanpa rahmat Allah. Allah akan membukakan pintu pertolongan, menghapus kegelisahan, dan akan mengangkat derajat menuju surga.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu mengingat-Nya dengan keyakinan penuh kasih sayang-Nya.
(Syahruddin/sajada.id/)


