Hikmah
Beranda » Berita » Idul Fitri yang Penuh Keajaiban di Keluarga Fatimah

Idul Fitri yang Penuh Keajaiban di Keluarga Fatimah

Sebagian anak yatim dan dhuafa, asuhan Yayasan Rumah Berkah Nusantara, berfoto bersama dengan pengurus dan ketua umum yayasan. (Ilustrasi)
Sebagian anak yatim dan dhuafa, asuhan Yayasan Rumah Berkah Nusantara, berfoto bersama dengan pengurus dan ketua umum yayasan. (Ilustrasi)

Idul Fitri yang Penuh Keajaiban di Keluarga Fatimah

Hari Raya Idul Fitri adalah hari kebahagiaan bagi umat Islam. Namun, di rumah Fatimah Az-Zahra, ada kesedihan yang dirasakan oleh kedua cucu Rasulullah ﷺ, Hasan dan Husain.

Menjelang hari raya, mereka melihat anak-anak di Madinah telah memakai pakaian baru. Dengan mata yang penuh harap, Hasan dan Husain bertanya kepada ibunya, “Wahai Ibu, anak-anak di Madinah sudah mengenakan pakaian lebaran, kecuali kami. Mengapa kami tidak memiliki pakaian baru?”

Fatimah tersenyum lembut, mencoba menenangkan hati putra-putranya, “Baju kalian masih di tukang jahit.”

Ramadhan dan Tazkiyatun Nafs

Namun, di dalam hatinya, Fatimah merasa pilu. Ia dan suaminya, Ali bin Abi Thalib, bukanlah orang kaya. Mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli pakaian baru bagi anak-anaknya.

Malam takbiran tiba. Hasan dan Husain kembali bertanya, "Ibu, di mana baju lebaran kami?”

Fatimah terdiam, air matanya menggenang. Ia tidak memiliki jawaban. Ia tidak ingin menyakiti hati putra-putranya, tapi kenyataannya, ia memang tak mampu membelikan mereka baju baru.

Ketika kesedihan menyelimuti rumah Fatimah, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Fatimah segera bangkit dan bertanya, "Siapa di luar?”

Pentingnya Bersedekah

Terdengar suara lembut, “Wahai putri Rasulullah, aku adalah tukang jahit. Aku datang membawa pakaian untuk putra-putramu.”

Fatimah membuka pintu, dan tampaklah seseorang berdiri dengan membawa sebuah bingkisan. Dengan hati berdebar, Fatimah menerimanya. Ketika ia membuka bingkisan itu, matanya terbelalak.

Di dalamnya terdapat dua gamis indah, dua celana, dua mantel, dua serban, dan dua pasang sepatu hitam semuanya terlihat begitu istimewa.

Inilah Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa


Setelah menyampaikan ungkapan terima kasih kepada si tukang jahit, Fatimah memanggil Hasan dan Husain dengan penuh sukacita, lalu memakaikan pakaian baru itu kepada mereka. Betapa bahagianya mereka berdua, berseri-seri dengan pakaian baru yang sebelumnya hanya bisa mereka impikan.

Tak lama kemudian, Rasulullah ﷺ datang ke rumah putrinya. Beliau melihat kedua cucunya yang telah rapi mengenakan pakaian baru.

Senyuman beliau merekah, penuh kasih sayang. Rasulullah ﷺ menggendong mereka, mencium mereka dengan penuh cinta, lalu bertanya kepada Fatimah, "Putriku, dari mana kau mendapatkan pakaian ini?”

Fatimah menjawab, “Seorang tukang jahit datang dan memberikannya.”

Kisah Pertobatan Malik bin Dinar

Rasulullah ﷺ tersenyum, lalu berkata, "Duhai putriku, dia bukan tukang jahit biasa. Dia adalah Malaikat Ridwan, penjaga surga, yang Allah utus untuk memenuhi keinginan kedua cucuku.”

Sahabat sajada.id/ yang dirahmati Allah SWT, betapa keluarga Rasulullah, khususnya Fatimah dan Ali bin Abi Thalib, hidup serba kekurangan. Jangankan untuk membeli pakaian, untuk makan sehari-hari saja, mereka sering kesulitan.

Semoga kisah di atas menjadi pelajaran berharga untuk kita bahwa keluarga Rasulullah hidup sangat sederhana dan tidak hidup mewah, apalagi berfoya-foya.

Taubatnya Sang Perampok

Sumber Rujukan:

1. Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Al Abi Thalib

2. Al-Ridha, dinukil oleh Hakim Al-Naisaburi dalam Al-Amali

Dunia Ladang Akhirat dan Pentingnya Menuntut Ilmu Agama dari Sanad yang Benar