SAJADA.ID, DEPOK – Memaksimalkan waktu menjadi kunci utama keberuntungan hidup seorang Muslim. Pesan itu disampaikan Ust. H. Khairulloh Ahyari, S.Si, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, saat menjadi khatib Jumat di Masjid Nururrahman, Depok, Jumat (23/1/2026).
Dalam khutbahnya, Ust. Khairulloh menegaskan bahwa Allah Swt. secara tegas mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu melalui Surat Al-‘Ashr ayat 1–3, yang bahkan diawali dengan sumpah Allah atas nama waktu.
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Ust. Khairulloh menjelaskan bahwa keberuntungan sejati dalam kehidupan bukan diukur dari panjangnya usia atau banyaknya harta, melainkan dari iman yang kokoh dan amal saleh yang terus mengalir. Orang beriman yang memanfaatkan waktunya untuk kebaikan akan keluar dari kerugian yang Allah sebutkan dalam Surah Al-‘Ashr, karena setiap detik hidupnya bernilai ibadah.
Waktu tidak akan pernah kembali. Maka siapa yang mampu menjaga dan mengisinya dengan iman, amal saleh, dan istiqamah, dialah orang yang benar-benar beruntung di sisi Allah.
Ia menambahkan, amal saleh adalah bukti nyata dari iman, sekaligus cara terbaik untuk menjaga agar waktu tidak berlalu sia-sia. Ibadah, kerja yang jujur, pelayanan kepada masyarakat, serta kepedulian sosial merupakan bentuk amal saleh yang menjadikan seorang mukmin tergolong sebagai orang-orang yang beruntung di sisi Allah Swt.
Dari sinilah, lanjutnya, Islam menekankan pentingnya istiqamah. Menurut Ust. Khairulloh, orang yang benar-benar beruntung dalam memaksimalkan waktu adalah mereka yang konsisten dalam iman dan amal, bukan yang semangat sesaat lalu berhenti di tengah jalan.
“Orang yang beruntung dalam memaksimalkan waktu adalah orang yang istiqamah, konsisten dalam kebaikan, meski dalam keadaan lapang maupun sempit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, istiqamah dalam mengelola waktu mencakup konsistensi dalam ibadah, kejujuran dalam bekerja, kesungguhan dalam memegang amanah, serta kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan.
Lebih lanjut, Ust. Khairulloh mengaitkan keutamaan istiqamah dengan janji Allah dalam Surat Fushshilat ayat 30, bahwa orang-orang yang teguh di jalan Allah akan mendapatkan ketenangan dan kabar gembira dari para malaikat.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata: ‘Janganlah kamu takut dan jangan bersedih hati; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’”
Ia menegaskan, ayat tersebut menunjukkan bahwa balasan bagi orang yang istiqamah dalam memanfaatkan waktu bukan hanya ketenangan hidup di dunia, tetapi juga jaminan surga di akhirat.
Menutup khutbahnya, Ust. Khairulloh mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah terhadap waktu yang Allah titipkan setiap hari.
“Waktu tidak akan pernah kembali. Maka siapa yang mampu menjaga dan mengisinya dengan iman, amal saleh, dan istiqamah, dialah orang yang benar-benar beruntung di sisi Allah,” pungkasnya.
Khutbah Jumat ini menjadi pengingat bagi jamaah Masjid Nururrahman bahwa kualitas hidup seorang Muslim sangat ditentukan oleh bagaimana ia mengelola waktu dengan iman, amal saleh, dan istiqamah.
(Syahruddin/sajada.id)



Komentar