Agama
Beranda » Berita » Enam Penyakit yang Dihadapi Kaum Muslimin

Enam Penyakit yang Dihadapi Kaum Muslimin

Said Nursi (dok).
Said Nursi (dok).

Enam Penyakit yang Dihadapi Kaum Muslimin
Pidato Said Nursi di Masjid Umawi, Damaskus, Suriah, pada tahun 1911. Pidato ini dihadiri 10 ribu orang termasuk 100 ulama terkemuka pada saat itu.

Said Nursi dikenal sebagai sosok ulama yang hebat. Hebat karena memiliki keilmuan dan kemampuan yang jarang dimiliki ulama lainnya. Bayangkan saja, umur tujuh tahun telah hafal Al Qur'an, dan umur 15 tahun ia sudah hafal 80 kitab klasik. Ya, 80 kitab karya ulama terkemuka. Karena itu, ia dijuluki Badiuzzaman, Sang Keajaiban Zaman.

Ulama yang berasal dari Nurs, Turki ini, merupakan sosok terakhir ulama yang menentang kezaliman awal-awal sekularisme di Turki. Ia berjuang selama puluhan tahun, bahkan berbagai penjara dari berbagai negara telah dialami akibat keberaniannya menentang kezaliman Mustafa Kemal Atturk. Ia juga dikenal sebagai Akhirul Fursan, Ksatria Terakhir, karena perjuangannya dalam mempertahankan kedaulatan Kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman).

Tangani Aduan Jemaah, Kementerian Haji dan Umrah Kedepankan Mediasi dan Musyawarah

Berikut ini adalah pidato Said Nursi dihadapan 10 ribu rakyat Damaskus, tepatnya di Masjid Al Umawi (Umayyah).

Pertama-tama, kami ingin mempersembahkan berbagai hadiah maknawi yang dipersembahkan oleh seluruh makhluk—lewat kondisi kehidupan mereka—untuk Sang Pencipta, serta puji dan syukur yang dipersembahkan oleh mereka lewat kondisinya kepada Sang Wajibul wujud yang telah befirman: لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ
"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS.Az-Zumar [39]: 53)

Lalu kami ucapkan salawat dan salam tak terhingga kepada nabi Muhammad SAW. yang telah bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِArtinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Al-Baihaqi)

Maksudnya, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada manusia untuk menyempurnakan sejumlah perbuatan terpuji dan menyelematkan manusia dari berbagai perilaku tercela.

Ramadan 2026, BAZNAS RI Gaungkan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”

Ammâ ba’du: Saudara-saudaraku seagama, bangsa Arab, yang sedang menyimak pelajaran ini, di Masjid Umawi. Aku naik ke mimbar ini bukan untuk memberikan pelajaran kepada kalian. Itu di luar batas kemampuanku.

Pasalnya, di tengah-tengah kalian ada sekitar seratus ulama terhormat. Jika dibandingkan dengan kalian, aku seperti anak kecil yang pergi ke sekolah di waktu pagi dan kemudian pulang di waktu sore guna memerlihatkan apa yang telah dipelajari kepada ayahnya agar sang ayah mau mengoreksi dan membenarkan sejumlah kesalahannya.

Kondisi kami dan kalian bagaikan anak kecil dan orang tua. Kami adalah murid, sementara kalian adalah guru kami dan guru bagi seluruh umat Islam. Aku di sini hanya ingin menyampaikan kepada para guruku sejumlah hal yang telah kupelajari.

BKM Nururrahman Gelar Peringatan Malam Nisfu Sya’ban

Aku telah mempelajari sejumlah pelajaran di sekolah kehidupan sosial manusia. Aku mengetahui bahwa di masa sekarang ini dan di tempat ini ada enam penyakit yang membuat kita berhenti di hadapan pintu abad pertengahan; pada saat orang-orang asing (khususnya Eropa) terbang menuju masa depan.


Penyakit tersebut adalah:
Pertama: Lahirnya rasa putus asa yang menimpa kita.

Kedua, Pupusnya kejujuran dalam kehidupan sosial dan politik.

Ketiga: Mencintai Permusuhan.

Sekjen Kemenag: Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama Jadi Prioritas

Keempat: Tidak mengetahui ikatan nurani yang mengikat orang-orang beriman satu dengan yang lainnya.

Kelima: Tirani yang menyebar seperti penyakit yang menular.

Keenam: Perhatian yang hanya tertuju pada kepentingan pribadi.

Gas Pol! Lazisnu Depok Tancap Gas, Rintisan UPZIS MWCNU Cipayung Mulai Magang Fundraising

Obat untuk mengatasi keenam penyakit yang mendatangkan bencana ini aku ambil dari apotek al-Qur’an yang merupakan fakultas kedokteran bagi kehidupan sosial kita. Aku jelaskan dalam pelajaran yang terdiri dari enam kata yang kuketahui bahwa ia merupakan dasar pengobatan.

(Said Nursi, Khutbah Syamiyah, hlm. 15-16)

(Syahruddin El Fikri/RB)

JATMAN Depok Gelar Istighotsah Sambut Satu Abad Masehi NU