Guru Madrasah dan Siswa Kelas 8, Raih Hadiah Umrah di Jalan Santai Kebangsaan PCNU Kota Depok
SAJADA.ID–Pagi itu, Sabtu 31 Januari 2026, ribuan langkah kaki menyatu di Jalan Santai Kebangsaan dalam rangka Satu Abad Masehi Nahdlatul Ulama. Tawa, semangat, dan rasa kebersamaan mengalir di tengah lautan warga NU Kota Depok.
Namun, di antara ribuan peserta itu, tak seorang pun menyangka bahwa acara sederhana penuh kegembiraan tersebut akan mengubah takdir seorang guru madrasah.
Namanya Endang Wahyu Solecha. Usianya 48 tahun. Sehari-hari ia mengajar dengan sabar di Madrasah Ibtidaiyah Al Falah. Hari itu, ia datang tanpa harapan apa pun—selain menunaikan amanah dan ikut meramaikan acara. Tapi takdir Allah berjalan dengan caranya sendiri.
Ketika panitia menyebutkan satu nama untuk hadiah utama, langkah Endang mendadak terhenti. Namanya dipanggil. Ia diminta naik ke panggung kehormatan. Bukan sekadar menerima cendera mata atau hadiah biasa, melainkan sebuah anugerah besar: umrah ke Baitullah, impian hampir setiap muslim.

“Alhamdulillah… saya benar-benar tidak menyangka,” tutur Endang lirih, saat dihubungi, Rabu (4/2/2026). “Saya ikut acara ini tanpa niat apa-apa. Tidak membayangkan akan mendapat hadiah. Saya hanya ingin ikut meramaikan.”
Keikutsertaannya pun bermula dari permintaan sederhana. Beberapa hari sebelum acara, Kepala MI Al Falah memintanya hadir.
“Pak Cecep (Kepsek MI Al Falah, red) bilang, ‘Bu Endang, nanti tolong ikut ya Jalan Santai Kebangsaan Satu Abad Masehi NU.’ Ya sudah, saya ikut saja,” kenangnya.
Ia tak membawa ambisi. Tak ada strategi. Hanya langkah ringan dan niat tulus menjalankan amanah. Mungkin, kata Endang, inilah jawaban doa yang selama ini terlantun dalam diam.
“Mungkin ini doa orang tua saya. Saya sering diberi semangat untuk segera berhaji. Barangkali ini jalannya. Saya umrah dulu,” ucap istri dari Ahyatul Amin itu dengan suara bergetar haru.
Kebahagiaannya kian lengkap saat hadiah umrah tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah.
“Senang sekali. Sampai gugup dan speechless. Tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Wakil Wali Kota Depok,” katanya sambil tersenyum.
Ia mengaku sempat kikuk ketika ditanya soal keterlibatan di organisasi atau banom NU. “Saya hanya guru biasa,” ujarnya jujur.
“Namun mungkin ini wasilahnya. Insya Allah, saya dan suami ingin ikut bergabung dan berkhidmat di banom atau lembaga NU Depok.”
Fadlan: Hadiah Ini untuk Ibu
Tak hanya Endang, momen haru juga datang dari sosok Fadlan, siswa kelas 8 salah satu pesantren di kawasan Cilodong. Remaja asal Jembatan Serong itu meraih hadiah umrah kedua, persembahan LBU Travel. Sorak sorai pun pecah saat namanya diumumkan.

Namun yang paling menyentuh bukanlah hadiah itu sendiri, melainkan niat tulus yang keluar dari lisannya.
“Saya ingin memberikan hadiah umrah ini untuk ibunda tercinta,” ucapnya polos, dengan mata berbinar. “Semoga bermanfaat dan dilancarkan.”
Air mata haru seolah ikut mengalir di tengah riuh peserta. Jalan santai itu berubah menjadi panggung doa dan bakti seorang anak kepada ibunya.
Sementara itu, Direktur Operasional Adeem Tours Haji, Eriek Slamet, memastikan para pemenang hadiah umrah akan diberangkatkan pada Agustus 2026.
“Insya Allah, berangkat bersama rombongan jamaah Adeem Tours, sekaligus milad kami. Satu pesawat, sekitar 450 jamaah,” ujar Ji’Eriek, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, setiap tahun Adeem Tours secara konsisten memberikan kesempatan umrah gratis kepada mereka yang berkhidmat lillahi ta’ala—guru ngaji, marbot, imam masjid, serta para pejuang dakwah Islam ala NU.
“Mereka diberangkatkan bersama jamaah lainnya,” katanya.
Apresiasi
Terpisah, Sekretaris PCNU Kota Depok, H. Hakim Muzayyan, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Jalan Santai Kebangsaan tersebut. “Alhamdulillah, seluruh acara berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, banom, dan lembaga NU se-Kota Depok, serta para pendukung dan sponsor.
“Mulai dari BSI, BJB, BRI, Adeem Tours, LBU Travel, jajaran Forkopimda Kota Depok, para anggota dewan, tokoh-tokoh NU, hingga semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” tuturnya.
Di tengah langkah-langkah santai dan senyum kebersamaan, Jalan Santai Kebangsaan itu pun meninggalkan jejak yang tak biasa: jejak doa yang dikabulkan, bakti seorang anak, dan berkah khidmat tanpa pamrih.
(Syahruddin/sajada.id)



Komentar