SAJADA.ID—Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap insan. Tidak ada satu pun makhluk bernyawa yang dapat menghindarinya.
Karena itu, Islam mengajarkan adab, tata cara, dan doa-doa khusus ketika seorang Muslim wafat, sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud kasih sayang dan solidaritas sesama mukmin.
Salah satu kewajiban kaum Muslimin terhadap saudaranya yang wafat adalah mendoakan jenazah, baik dalam shalat jenazah maupun di luar shalat.
Doa tersebut menjadi wasilah agar Allah SWT mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di sisi hamba-hamba-Nya yang saleh.
Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan doa-doa yang ma’tsur (bersumber dari sunnah) ketika menshalati jenazah.
Doa ini berbeda lafaznya antara jenazah laki-laki, perempuan, maupun jenazah lebih dari satu, sehingga penting bagi kaum Muslimin untuk mengetahuinya agar doa yang dipanjatkan sesuai tuntunan syariat.
Berikut ini adalah doa khusus bagi jenazah laki-laki, sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ:
Doa untuk Jenazah Laki-Laki
Teks Arab (Lengkap dengan Harakat):
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا
اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ.اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Bacaan Latin:
Allāhumma-ghfir lahu warḥamhu, wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ mudkhalahu, waghsilhu bil-mā’i wats-tsalji wal-barad, wa naqqihi minal-khaṭāyā kamā naqqaitats-tsaubal-abyaḍa minad-danas, wa adkhilhul-jannah, wa a‘idzhu min ‘adzābil-qabri wa fitnatihi, wa min ‘adzābin-nār.
Allāhumma-ghfir liḥayyinā wa mayyitinā, wa shāhidinā wa ghā’ibinā, wa ṣaghīrinā wa kabīrinā, wa dzakarinā wa untsānā.
Allāhumma man aḥyaitahu minnā fa aḥyihi ‘alal-islām, wa man tawaffaitahu minnā fa tawaffahu ‘alal-īmān.
Allāhumma lā taḥrimnā ajrahu, wa lā tuḍillanā ba‘dahu, biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn. Wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakan dan maafkanlah dia. Muliakan tempat tinggalnya dan lapangkan kuburnya. Bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun.
Bersihkanlah dia dari dosa-dosanya sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa serta fitnah kubur dan dari siksa neraka.
Ya Allah, ampunilah kami yang masih hidup dan yang telah wafat, yang hadir maupun yang tidak hadir, yang kecil dan yang besar, laki-laki dan perempuan.
Ya Allah, siapa di antara kami yang Engkau hidupkan, hidupkanlah ia dalam Islam. Dan siapa yang Engkau wafatkan, wafatkanlah ia dalam iman.
Ya Allah, jangan Engkau haramkan kami dari pahalanya dan jangan Engkau sesatkan kami setelah kepergiannya. Dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
Keterangan Perubahan Lafaz:
- Untuk jenazah perempuan, lafaz لَهُ (lahu) diganti لَهَا (lahā).
- Untuk jenazah lebih dari satu, lafaz tunggal diganti menjadi bentuk jamak seperti لَهُمْ، أَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ, dan seterusnya.
Demikianlah doa khusus bagi mayit atau jenazah, semoga bermanfaat.
(Syahruddin/sajada.id



Komentar