Ribuan fasilitas pendidikan terdampak dan lebih dari 1000 orang meninggal dunia.
SAJADA.ID, JAKARTA— Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera meninggalkan dampak besar terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Februari 2026 mencatat sebanyak 301.012 rumah mengalami kerusakan.
Selain itu, BNPB juga mencatat, sebanyak 215 fasilitas kesehatan rusak dan 4.852 fasilitas pendidikan terdampak. Yang memprihatinkan, sebanyak 813 rumah ibadah, baik masjid maupun musala, ikut mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Kerusakan rumah ibadah tidak hanya berdampak pada bangunan fisik, tetapi juga pada sarana pendukung kegiatan keagamaan, termasuk mushaf Al-Qur’an. Di tengah bulan suci Ramadhan, kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak karena Al-Qur’an merupakan pusat aktivitas ibadah umat Islam.
Sedekah Al-Qur’an
Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa bersama Gramedia meluncurkan program Sedekah Al-Qur’an untuk membantu masyarakat terdampak. Sebanyak 30.000 mushaf Al-Qur’an disiapkan untuk disalurkan ke wilayah Sumatera dan berbagai daerah lain di Nusantara.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
“Kolaborasi ini menjadi langkah awal menyebarkan kebaikan, khususnya di wilayah bencana seperti Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Dia menambahkan, kebutuhan Al-Qur’an di daerah terdampak dan wilayah terpencil sangat penting untuk mendukung pemulihan spiritual masyarakat.

Public Relations Manager Gramedia, Rezza Patria Wibowo, mengatakan program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial.
“Kami ingin mendukung pemulihan sarana ibadah masyarakat terdampak bencana. Terima kasih kepada pelanggan yang telah mempercayakan wakaf Al-Qur’annya melalui Gramedia,” katanya.
Penyebaran 30.000 mushaf tersebut ditargetkan menjangkau masjid, musala, pesantren, serta komunitas belajar Al-Qur’an. Diharapkan, bantuan ini dapat membangkitkan kembali semangat ibadah masyarakat, terutama para penyintas, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang lebih dekat dengan Al-Qur’an.
(Syahruddin/sajada.id)



Komentar